Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diduga Hasut Massa Kepung Istana, Mantan Danjen Kopassus Dipolisikan

Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan tindak pidana makar dengan nomor laporan LP/B/0489/V/2019/Bareskrim ter tanggal 20 Mei 2019.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  14:55 WIB
Diduga Hasut Massa Kepung Istana, Mantan Danjen Kopassus Dipolisikan
Humisar Sahala melaporkan mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko ke Bareskrim Polri atas dugaan makar, Senin (20/5/2019). JIBI/Bisnis - Sholahudin Al Ayyubi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan tindak pidana makar dengan nomor laporan LP/B/0489/V/2019/Bareskrim ter tanggal 20 Mei 2019.

Pihak pelapor Humisar Sahala mengungkapkan Soenarko telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara menghasut orang lain agar mengepung Istana Negara dan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada saat aksi 22 Mei 2019 nanti.

Menurutnya, pernyataan Soenarko pada video berdurasi 2.56 menit tersebut sempat viral dan menjadi buah bibir warnanet dalam beberapa hari terakhir dan membuat resah masyarakat.

"Pernyataan dia jelas meresahkan, karena ada perintah untuk mengepung KPU dan Istana. Lalu menyatakan seakan-akan Polisi akan bertindak keras, tetapi tentara tidak," tuturnya, Senin (20/5/2019).

Untuk memperkuat laporannya terhadap Soenarko, Humisar membawa sejumlah barang bukti berupa rekaman yang viral di Youtube dan printout sejumlah berita di media massa.

"Barang bukti sudah kami berikan semuanya ke penyidik tadi," katanya.

Humisar  mendesak tim penyidik Bareskrim Polri agar mengusut tuntas perkara tersebut dan tidak takut meskipun pihak terlapor merupakan Eks Danjen Kopassus.

"Polisi harus mencegah tindak pidana makar ini dan mengusut para aktor hingga ke paling atasnya untuk bertanggungjawab," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopassus Makar
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top