Pemilu 2019: 20 Petugas Bawaslu Dianiaya, 92 Meninggal Dunia

Selama pelaksanaan pemilihan umum serentak, petugas Badan Pengawas Pemilu mengalami berbagai kendala dan tantangan dalam melakukan tugas dan fungsinya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  13:49 WIB
Pemilu 2019: 20 Petugas Bawaslu Dianiaya, 92 Meninggal Dunia
Petugas mengikuti apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/4/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Selama pelaksanaan pemilihan umum serentak, petugas Badan Pengawas Pemilu mengalami berbagai kendala dan tantangan dalam melakukan tugas dan fungsinya.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan bahwa setidaknya ada 20 orang yang mengalami kekerasan dan penganiayaan.

Penganiayaan ini bentuknya bermacam-macam. Salah satunya adalah tidak terima ketiga ditegur karena melanggar peraturan.

“Misalnya ada orang yang pakai baju peserta pemilu yang diminta menjauh atau keluar dari TPS [tempat pemungutan suara] tapi mungkin dia melakukan proses pemukulan bisa terjadi,” katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (13/5/2019).

Fritz menjelaskan bahwa ada pula petugas yang meninggal dunia saat melakukan pengawasan. Hingga pagi ini, sebanyak 92 jiwa yang gugur.

Di sisi lain sebanyak 435 petugas yang sakit masuk rawat inap dan 1.704 rawat jalan. 273 orang yang mengalami kecelakaan.

Sementara itu, jenis kecelakaan kerja yang diberikan santunan dan telah ditetapkan sebesar Rp36 juta per orang yang meninggal dunia, Rp30,8 juta cacat permanen, Rp16,5 juta luka berat, dan Rp8,25 juta luka sedang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawaslu, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top