Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Optimistis Segera Tangkap Penyebar Hoaks Lembaga Survei

Bareskrim Polri tengah memprofiling pelaku penyebar informasi palsu atau hoaks lewat media sosial yang menuduh lembaga survei telah menyebarkan hasil quick count palsu di Pilpres 2019.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 April 2019  |  15:57 WIB
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri tengah memprofiling pelaku penyebar informasi palsu atau hoaks lewat media sosial yang menuduh lembaga survei telah menyebarkan hasil quick count palsu di Pilpres 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa tim penyidik Bareskrim Polri sudah menganalisa laporan yang dilayangkan pimpinan lembaga survei Indikator Politik Indonesia dan Charta Politika beberapa hari lalu.

Dia juga mengaku sampai saat ini tim penyidik masih menelusuri jejak digital yang ditinggalkan para pelaku penyebar hoaks di media sosial untuk segera ditangkap.

"Direktorat Siber Bareskrim Polri sudah lakukan analisa dan menelusuri jejak digital yang tercecer dari pelaku yang menyebarkan hoaks itu. Saat ini sedang didalami," tuturnya, Jumat (26/4/2019).

Dedi optimistis penyidik dapat menangkap para pelaku penyebar hoaks di media sosial tersebut agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Nanti pelaku akan segera kami tangkap," katanya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya telah melaporkan sejumlah akun media sosial ke Bareskrim Polri.

Burhanuddin Muhtadi telah dituduh menerima uang Rp450 miliar untuk menjalankan operasi hasil quick count palsu ke sejumlah lembaga survei dan Yunarto Wijaya sempat mendapatkan teror dari nomor yang tidak dikenal karena turut serta dituduh melakukan quick count palsu.

Keduanya melaporkan sejumlah akun media sosial lantaran dituduh melakukan kecurangan pada saat menampilkan quick count yang hasilnya berbeda dengan hasil real count kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim lembaga survei nasional
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top