Prediksi Mahfud MD : Setelah KPU, MK Bakal Dituduh Curang

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD mengakui pesta demokrasi berbiaya tinggi. Ini adalah konsekuensi atas bentuk partisipasi publik dalam sebuah negara.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 April 2019  |  09:39 WIB
Prediksi Mahfud MD : Setelah KPU, MK Bakal Dituduh Curang
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberikan pandangannya pada Bincang Millenial bersama Mahfud MD, di Jakarta, Senin (15/4/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD mengakui pesta demokrasi berbiaya tinggi. Ini adalah konsekuensi atas bentuk partisipasi publik dalam sebuah negara.

Mahfud mengatakan bahwa sistem tersebut tentu tidak praktis karena banyak tantangan dan keterlibatan banyak pihak.

“Kalau mau praktis ya tidak usah menyelenggarakan demokrasi. Pakai kerajaan saja selesai semua ngga usah pakai pemilu,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Kamis malam (24/4/2019).  

Mahfud menjelaskan bahwa demokrasi pasti ada gangguan. Misalnya tudingan negatif kepada pemerintah, pejabat, sampai penyelenggara pemilu.

Tentu hal tersebut harus dianggap wajar dan disikapi dengan baik, yang terpenting adalah mereka bertugas dengan baik sehingga apabila tuduhan tersebut bisa disangkal. 

Jika saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus diserang dengan tuduhan memihak salah satu calon atau curang, setelah proses penghitungan selesai akan berpindah ke Mahkamah Konsitutusi (MK).

“Tuduhan hakim MK disuap lah, dia berpihak sama ini lah, itu nanti akan muncul. Pengalaman saya bertahun tahun begitu. Itu ritual politik,” jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahfud md, mahkamah konstitusi, bawaslu

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top