Mantan Presiden Peru Alan Garcia Bunuh Diri karena Tak Mau Dipermalukan

Mantan Presiden Peru Alan Garcia menyatakan, dalam surat kematiannya, tidak mau dipermalukan oleh musuh-musuh politiknya. Dia bunuh diri sebelum ditangkap oleh polisi pada Rabu (17/4/2019).
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 20 April 2019  |  09:11 WIB
Mantan Presiden Peru Alan Garcia Bunuh Diri karena Tak Mau Dipermalukan
Kolega dan keluarga mantan Presiden Peru Alan Garcia membawa peti matinya sebelum pemakaman di Lima, Peru, Jumat (19/4/2019). Garcia tewas setelah menembak dirinya sendiri dan Pemerintah Peru memberlakukan masa berkabung selama 3 hari. - Reuters/Guadalupe Pardo

Bisnis.com, JAKARTA -- Mantan Presiden Peru Alan Garcia meninggalkan surat sebelum menembak dirinya sendiri, Rabu (17/4/2019).
 
Garcia menembak dirinya sendiri, dan tewas karena luka tersebut, sebelum ditangkap oleh polisi atas tuduhan korupsi. Surat kematian itu menyatakan dirinya bunuh diri karena tak ingin dipermalukan oleh musuh-musuh politiknya.
 
Dilansir dari Reuters, Sabtu (20/4), salah satu putri Garcia membacakan surat itu dalam upacara pemakaman yang digelar oleh APRA, partai pengusung Garcia yang membantunya menjadi presiden selama dua kali. 
 
"Saya tidak akan dipermalukan. Saya sudah melihat yang lain dibawa dengan borgol, hidup sengsara, tapi Alan Garcia tidak akan menderita dari ketidakadilan ini," paparnya.
 
Garcia juga menulis bahwa untuk alasan-alasan ini, dirinya meninggalkan martabat atas pilihan yang diambilnya bagi anak-anaknya, meninggalkan harga diri untuk teman-temannya, dan meninggalkan mayat untuk musuh-musuhnya sebagai tanda penghinaan untuk mereka.
 
"Dalam berbagai rumor dan kebencian yang beredar, yang dipercaya banyak orang.. Saya telah melihat bagaimana prosedur ini digunakan untuk mempermalukan orang dan bukan untuk mencari kebenaran," lanjutnya. 
 
Putri Garcia membacakan surat itu di hadapan ribuan teman dan pendukung ayahnya. Keluarga Garcia sebelumnya menolak tawaran Presiden Peru Martin Vizcarra untuk memakamkan Garcia secara kenegaraan, yang biasanya dilakukan untuk semua mantan presiden di negara itu.
 
Garcia dituding terlibat dalam kasus penyuapan yang dilakukan oleh Odebrecht, sebuah perusahaan konstruksi besar asal Brasil. Sebelum bunuh diri, dia sudah berkali-kali menyangkal terkait dalam kasus tersebut.
 
Adapun kejaksaan Peru mengkklaim sudah memiliki berbagai bukti yang cukup untuk menahan Garcia. Di Peru, seseorang bisa ditahan selama 3 tahun tanpa persidangan, selama jaksa memiliki cukup bukti dan sembari dokumen atas tuduhan itu disiapkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
presiden, bunuh diri

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top