#JusticeForAudrey, Partai Solidaritas Indonesia Minta Hukum Ditegakkan

Permintaan itu disampaikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jubir PSI Kokok Dirgantoro mengatakan, partainya mengecam peristiwa penganiayaan yang terjadi 29 Maret lalu.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 10 April 2019  |  10:36 WIB
#JusticeForAudrey, Partai Solidaritas Indonesia Minta Hukum Ditegakkan
JusticeForAudrey jadi trending topik di Twitter - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Aparat penegak hukum diminta segera memberi keadilan bagi Audrey (AY) , seorang siswi di Kota Pontianak yang menjadi korban penganiayaan oleh sekelopok pelajar SMA.

Permintaan itu disampaikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jubir PSI Kokok Dirgantoro mengatakan, PSI mengecam peristiwa penganiayaan yang terjadi 29 Maret lalu.

"Kami berpihak pada korban. PSI mendorong agar proses hukum berjalan agar keadilan ditegakkan untuk AY,” kata Kokok dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

PSI mengklaim siap melakukan pendampingan terhadap AY. Partai itu menganggap aksi penganiayaan dan perundungan seperti yang dialami AY seharusnya tak dibiarkan begitu saja.

“Jangan sampai kasus perundungan hingga jatuh korban seperti ini berakhir damai dengan alasan pertimbangan masa depan pelaku. Lalu, bagamana dengan masa depan korban? Bagaimana pemulihan fisik dan psikisnya?” tuturnya.

Kasus perundungan terhadap AY diketahui publik pertama kali dari media sosial twitter. Akun @syarifahmelinda membuat thread terkait kekerasan yang diterima AY dari 12 orang pelajar SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Akun tersebut menulis bahwa pemicu kekerasan berkaitan dengan hubungan asmara antara salah seorang pelaku dengan kakak korban.

“Masalah ini dipicu dari saling sindir di whatsapp terkait hubungan asmara antara salah satu pelaku Da (siswi SMAN 4 Pontianak) sekaligus kekasih mantan kakak korban, Po (siswi SMAN 2 Pontianak). kejadian ini bermula pada 29 Maret 2019 kemarin,” tulis akun @syarifahmelinda tersebut pada Minggu (7/4/2019).

Dalam thread juga diceritakan kalau korban mengalami trauma akibat kekerasan yang dialaminya.

"Trauma psikologis sangat berbahaya, apalagi korbannya seorang anak. Bisa berpengarung pada tumbuh kembangnya. Pemulihan terhadap AY tidak hanya fisik tetapi harus juga diperhatikan psikisnya,” kata Kokok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kekerasan anak, Bullying

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top