Ahmad Dhani Nangis. Ternyata Ini Sebabnya

Merasakan hidup di dalam penjara, Ahmad Dhani mengaku tertekan. Pengacara pun menyebutkan apa yang membuat musikus yang kini terjun ke dunia politik itu merasa tertekan.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  23:51 WIB
Ahmad Dhani Nangis. Ternyata Ini Sebabnya
Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Ahmad Dhani saat menghadiri sidang lanjutan ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/2/2019). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA  - Hidup di balik terali tahanan bukan pengalaman yang menyenangkan bagi siapa pun. Perasaan tertekan di balik ketidakbebasan bisa menerpa siapa saja. 

Musikus yang kini aktif di politik Ahmad Dhani termasuk yang merasakan bagaimana tertekannya hidup di dalam penjara.

Seperti ditulis Tempo.co, Ahmad Dhani sempat menulis bahwa dirinya mengalami tekanan luar biasa berada di Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Terdakwa perkara ujaran kebencian di Jakarta Selatan itu harus menjalani penahanan di Rutan Medaeng karena diadili untuk perkara berbeda yakni pencemaran nama baik.

Ahmad Dhani menulis dalam surat yang ditujukannya kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Surat itu adalah yang ketiga yang dibuatnya selama ditahan di Medaeng sejak 7 Februari 2019. Sebelum dipindahkan dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Dhani lewat Wakil Ketua DPR RI Fachri Hamzah dan Fadli Zon sempat mengungkap ada ancaman kekerasan untuk dirinya bila pindah rutan.

Ali Lubis, pengacara Ahmad Dhani, membenarkan kalau kliennya mengalami tekanan di rutan Medaeng. Tapi dia tidak menyebut karena adanya ancaman kekerasan. "Terutama karena tekanan batinnya yang jauh dari keluarga," ujarnya menerangkan, Rabu 27 Februari 2019.

Ali kembali menyatakan kalau kliennya sangat ingin dipindahkan ke Rutan Cipinang--sekalipun Ahmad Dhani saat ini masih terdaftar sebagai caleg DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.

Alasan kembali ke Jakarta biar memudahkan komunikasi dengan keluarga dan penasehat hukum. Selama di Medaeng, kata dia, keluarga jarang menjenguknya.

"Bahkan sampai sekarang putrinya yang bernama Shafeea Ahmad belum pernah bertemu dengan ayahnya di Medaeng," kata Ali.

Bukti tekanan itu ditunjukkan oleh peristiwa Dhani menangis di sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa 26 Februari 2019.

Menurut Ali, Ahmad Dhani menangis karena tidak bisa merayakan ulang tahun Shafeea yang kedelapan. "Biasanya mereka berkumpul bersama keluarga."

Ahmad Dhani pun berharap penangguhan penahanannya diterima oleh majelis hakim. "Selama ditahan Mas Dhani sudah tidak bisa bekerja. Padahal keluarganya masih membutuhkannya," ujar Ali sambil menambahkan, "Hal itu juga yang membuat dia jadi tertekan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ahmad dhani, Ujaran Kebencian

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top