Sepak Terjang Penyandang Dana ISIS, Harry Kuncoro, di Indonesia

Harry Kuncoro, terduga penyandang dana ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah di Indonesia, dicokok Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Januari 2019.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  08:45 WIB
Sepak Terjang Penyandang Dana ISIS, Harry Kuncoro, di Indonesia
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Harry Kuncoro, terduga penyandang dana ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah di Indonesia, dicokok Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Januari 2019.

SIMAK: Harry Kuncoro Tak Hanya Penyandang Dana, Dia Juga Menguasai Jaringa ISIS di Asia

Harry Kuncoro ditangkap saat hendak pergi ke Suriah. Polisi menduga ia akan bergabung dengan ISIS di sana.

Berikut sepak terjang Harry Kuncoro:

1. Dekat dengan Umar Patek 

Harry dikenal dekat dengan Umar Patek karena pernah menjadi pengawalnya. Bahkan, Umar Patek sempat mengajarkan Harry bagaimana cara meracik bom.

Harry mengatakan bahwa saat itu dia diajari oleh Umar tentang bagaimana  cara mencampur potasium klorat, sulfur dan arang sehingga bisa menjadi  sebuah bom.

"Tidak ada bahan yang harus dicampurkan, cuma diajarkan teorinya dan  komposisinya saja, tapi karena sudah sepuluh tahun lebih dan tidak pernah saya pakai, saya lupa," kata Harry dalam sidang Umar Patek pada 2012 silam. 

Harry pernah membantu Umar Patek, terpidana teroris Bom Bali pada 2011 silam. Saat itu, ia mencarikan calo yang bisa mengurus paspor asli tapi palsu untuk Umar Patek. Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Harry enam tahun penjara pada 2012. Ia bebas murni pada Februari 2016.

SIMAK:  Selain Harry Kuncoro, Ini Daftar WNI yang  Jadi Algojo dan Pentolan ISIS

2. Pernah Jadi Murid Abu Bakar Ba’asyir

Harry pernah menjadi narapidana teroris dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan sejak 2012 dan bebas pada 2016. Selama menjalani hukumannya, Harry menempati Blok D dan berada satu kamar dengan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir.

Harry mendampingi Baasyir di penjara karena keduanya sudah kenal lama. Dia mengatakan Harry merupakan salah satu murid Ba’asyir.

 "Ya mendampingi karena sudah kenal lama, HK termasuk salah satu muridnya ABB," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, pada Selasa (12/2/2019).

3.  Penyandang Dana Kelompok Teroris Lokal

Harry Kuncoro memiliki peran penting dalam lingkaran ISIS Negara Islam Irak dan Suriah di Indonesia. Salah satunya, Harry Kuncoro menjadi penghubung antara algojo ISIS, Abu Walid dan kelompok ISIS di Suriah dengan kelompok teroris di Indonesia.

Dedi mengatakan Harry diduga menampung kiriman dana dari Abu Walid serta kelompok ISIS kemudian Harry menyalurkan uang itu ke kelompok-kelompok teror di Indonesia.

"Uang itu untuk keperluan aksi teror," kata Dedi Selasa (12/2/2019).

Beberapa aksi teror yang diduga didanai Hari adalah teror di Bali, Nusa Tenggara Barat pada Juli 2018.

4. Ditangkap Saat Hendak ke Suriah

Harry dicokok oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Januari 2019. Ia ditangkap saat hendak pergi ke Suriah melalui Iran.

Harry Kuncoro sudah memiliki sejumlah nama dan identitas palsu, guna mengelabui petugas untuk meninggalkan Indonesia. Kepergian Harry ke Suriah atas saran Abu Walid.

Harry Kuncoro bahkan diberi uang Rp30 juta oleh Abu Walid sebagai biaya mengurus dokumen keberangkatan, termasuk tiket.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
terorisme, ISIS, Abu Bakar Ba'asyir

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top