Ini Fakta Sebenarnya dari Isu Kantor Pusat BPN Prabowo-Sandi di Solo Dibobol Maling

Ketua Pelaksana Harian Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres cawapres nomor urut 02, Agus Sahid, mengklarifikasi tidak ada pencurian di kantor pusat BPN, Sumber, Banjarsari, Solo.
Kurniawan | 11 Februari 2019 17:51 WIB
Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon, menghadiri peresmian posko pemenangan Prabowo di Solo, Selasa (22/5 - 2018) malam. (Solopos/Nicolaus Irawan)

Bisnis.com, SOLO -- Ketua Pelaksana Harian Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres cawapres nomor urut 02, Agus Sahid, mengklarifikasi tidak ada pencurian di kantor pusat BPN, Sumber, Banjarsari, Solo.

Agus mengatakan barang berupa televisi yang dikabarkan hilang sebetulnya tak hilang. Barang elektronik itu menurut Agus hanya dipindah tempat penyimpannannya ke ruang Ketua Umum BPN Prabowo-Sandiaga, Jenderal Purn. Djoko Santoso.

“Semula TV ditaruh di lantai. Biar tak ada yang tersandung, TV saya pindahkan ke ruang Pak Djoko,” tutur dia, Senin (11/2/2019) siang.

Pemindahan televisi dilakukan Agus setelah kegiatan nonton bareng (nonbar) siaran langsung debat capres cawapres. Saat itu puluhan kader dan sukarelawan pendukung capres cawapres nomor urut 02 berkumpul nonbar debat tersebut.

“Yang menaruh [televisi] di ruang Jenderal Purn. Djoko Santoso itu saya. Waktunya sekitar 20 Januari 2019. Tapi informasi hilangnya aset BPN sempat viral. Saya menyayangkan ada yang bilang ke publik kalau TV-nya hilang,” ujar dia.

Agus menjelaskan pemindahan televisi ke ruangan Djoko Santoso dilakukan saat sudah tidak ada kader dan sukarelawan di Kantor BPN Sumber. Setelah dimasukkan ruangan tersebut Agus lantas pulang dan membawa kuncinya.

Dia lantas meminta petugas jaga Kantor BPN Sumber untuk mengambil kunci tersebut di rumahnya. “Setelah saya taruh TV-nya, ruang Pak Djoko, pintu saya kunci dan saya bawa. Setelah itu petugas saya minta ambil kunci kantor di rumah saya,” kata dia.

Pemilik bangunan ruko yang digunakan sebagai Kantor BPN Sumber itu menyayangkan telanjur beredarnya informasi pencurian televisi. Apalagi informasi terjadinya pencurian muncul dari pengurus partai tanpa lebih dulu klarifikasi. “Saya menyayangkan kenapa tidak diklarifikasi dulu,” tambah dia.

Informasi bobolnya Kantor Pusat BPN Prabowo-Sandi disampaikan Waketum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, saat konsolidasi para sukarelawan dan caleg dari parpol koalisi di kantor tersebut, Jumat (8/2/2019) siang. Kegiatan itu dihadiri Rachmawati Soekarnoputri.

“Tempat ini beberapa hari yang lalu dibobol. Saya tidak tahu siapa, kita tidak usah menuduh. Tapi introspeksi saja, saya berharap posko-posko atau kantor yang sudah diresmikan harus diisi dengan banyak kegiatan yang bermanfaat,” tutur Ferry.



Tag : Pilpres 2019, Fact or Fake
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top