Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf: Filipina Membantu, Malaysia Tidak

Direktur Perlindingan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia tidak memberikan bantuan dalam proses pembebasan para WNI sandera Abu Sayyaf. Padahal peristiwa penyanderaan berada di wilayah yurisdiksi Malaysia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 16 Januari 2019  |  13:59 WIB
Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf: Filipina Membantu, Malaysia Tidak
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal - Bisnis/Iim Fathimah Timorria

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Perlindingan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia tidak memberikan bantuan dalam proses pembebasan para WNI sandera Abu Sayyaf. Padahal peristiwa penyanderaan berada di wilayah yurisdiksi Malaysia.

Usman Yunus dan Samsul Saguni adalah dua WNI yang diculik kelompok bersenjata Abu Sayyaf pada 11 September lalu. Mereka diculik lantas disandera kala melintasi perairan pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia.

"Para sandera diculik di wilayah Malaysia, tapi dalam proses pembebasan tidak ada kontribusi Pemerintah Malaysia sama sekali," kata Iqbal melalui pesan tertulis, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan dukungan justru datang dari pemerintah Filipina selama proses pembebasan kedua WNI tersebut.

Usman Yunus bebas pada 7 Desember lalu dan telah kembali ke Indonesia. Sementara Samsul Saguni bebas pada Selasa (15/1/2019).

Samsul kini berada di Pangkalan Militer Westmincom di Jolo, Filipina Selatan guna pemeriksaan dan menunggu diterbangkan ke Zamboang City. Ia akan kembali ke Indonesia setelah melalui proses serah terima dengan KBRI Manila.

Beberapa waktu lalu, video Samsul yang menangis dan dikelilingi penyandera sembari meminta tolong sempat tersebar luas di media Malaysia dan menjadi perhatian.

Video itu disebut sengaja dikirim ke pihak keluarga serta pemilik kapal supaya mereka mau membayar tebusan yang diminta.

Ketika ditanya apakah pembebasan Samsul berkaitan dengan pemenuhan tebusan senilai Rp2 miliar, Iqbal secara tegas membantah informasi tersebut.

"Tidak ada tebusan," katanya menegaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Abu Sayyaf WNI Disandera
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top