Singkawang Kota Paling Toleran 2018, Singkirkan Manado ‘Juara 2017’

Indeks kota toleran Indonesia 2018 telah diumunkan. Hasilnya Singkawang, Salatiga, dan Pematang Siantar menjadi kota paling tenggang rasa di Indonesia.
Jaffry Prabu Prakoso | 07 Desember 2018 17:04 WIB
Ketua Setara Institut Hendardi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks kota toleran Indonesia 2018 telah diumunkan. Hasilnya Singkawang, Salatiga, dan Pematang Siantar menjadi kota paling tenggang rasa di Indonesia.

Dari skala skor 1—7, Singkawang mendapat angka 6,513. Sementara Salatiga 6,477 dan Pematang Siantar 6,280.

Kota lainnya disusul Manado (6,030), Ambon (5,960), Bekasi (5,890), Kupang (5,857), Tomohon (5,833), Binjai (5,830), dan Surabaya (5,823).

Manado tahun 2017 dinobatkan SETARA sebagi Kota Paling Toleran dengan skor 5,9 dari hasil riset yang dilakukan November 2016—Oktober 2017.

Dalam menyusun peringkat, kerangka metodologis yang digunakan untuk penilaian adalah favoritisme atau pengistimewaan pemerintah terhadap kelompok agama tertentu, peraturan pemerintah yang membatasi kebebasan beragama, dan regulasi sosial yang membatasi kebebasan beragama. Ini mengadopsi cara Brian J. Grim serta Roger Finke.

SETARA Institute sebagai lembaga yang melakukan survei menambahkan  komposisi penduduk berdasarkan agama dan elemen gender. Ini menjadi parameter utama dalam mengukur indikator toleransi.

Ketua SETARA Hendardi mengatakan bahwa aktivitas penuh perhatian membuat hidup makin harmonis di tengah keragaman etnis, agama, dan identitas primordial lainnya.

“Dalam konteks kebhinekaan Indonesia, toleransi akan memberikan muatan bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, etnis, dan sub sosial kultural lainnya merupakan kekayaan bersama bangsa Indonesia. Kebhinekaan itu menyatukan bukan menceraiberaikan. Perbedaan bukanlah dalih untuk  berkonflik antarnegara,” katanya di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Hendardi berharap seluruh warga Indonesia mempunyai ketahanan untuk setiap upaya perpecahan yang dilakukan oleh pihak manapun termasuk oleh elite politik demi kepentingan politisasi suara dalam hajatan elektoral. 

Tag : kota, setarainstitute, setara institute
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top