Atas Arahan Rizieq Shihab, Reuni Akbar 212 Batal Undang Jokowi

Atas arahan para ulama 212 dan Imam Besar Front Pemuda Islam Rizieq Shihab, panitia Reuni Akbar 212 batal mengundang calon presiden petahanan Joko Widodo dan tim suksesnya.
Jaffry Prabu Prakoso | 01 Desember 2018 14:56 WIB
Ribuan orang berjalan kaki menuju Monas untuk mengikuti aksi 212 atau 2 Desember, di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (2/12/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Atas arahan para ulama 212 dan Imam Besar Front Pemuda Islam Rizieq Shihab, panitia Reuni Akbar 212 batal mengundang calon presiden petahanan Joko Widodo dan tim suksesnya.

Ketua OC Reuni 212 Bernard Abdul Jabar mengatakan undangan dibatalkan karena Jokowi dan tim kampanyenya tidak menyetujui reuni tersebut.

Ngapain diundang. KH Ma’ruf Amin juga tidak setuju, bahkan menghalangi dengan bilang untuk tidak datang reuni. Ngapain kami undang. Percuma. Mubazir undangannya,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Sabtu (1/12/2018).

Pengumuman itu disampaikan melalui maklumat yang ditandatangani Bernard dan Ketua SC Muhammad Al Khottot.

Secara keseluruhan, ada lima pernyataan yang disampaikan. Pertama, batal mengundang Jokowi dan rezimnya. Menurut panitia, karena mereka anti Aksi 212, tidak mensyukuri anugerah 212 bahkan masih berupaya mengkriminalisasi ulama serta aktivis 212.

Kedua, jika penyanyi Nisa Sabyan hadir, maka dia dipersilakan duduk di tempat akhwat sebagai tamu kehormatan dan tidak mengisi acara. Bernard menjelaskan bahwa surat undangan sudah diberikan kepada penyanyi Nisa dan masih dibahas apakah akan mengisi acara atau tidak.

“Cuma tidak dengan musik. Rhoma Irama juga kami undang tapi tidak dengan Soneta Group,” ucapnya.

Ketiga, jemaah yang akan hadir disarankan langsung menuju Monas karena semua rangkaian acara Reuni Akbar Mujahid 212 berlangsung di Monas. Bagi yang membawa kendaraan dipersilakan parkir di area parkir yang sudah disiapkan seperti IRTI, Lapangan Banteng, Lemhanas, dan Istiqlal.

Peserta yang hadir juga diharapkan sudah ada di Monas sebelum pukul 05.00 WIB agar tidak terkena pengalihan jalur lalu lintas karena adanya kegiatan hari bebas kendaraan (Car Free Day/CFD).

Keempat, jemaah dilarang membawa dan memakai bendera, atribut, kostum partai atau calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) apapun. Namun, mereka diserukan membawa bendera Merah Putih dan bendera tauhid aneka warna.

Terakhir, jemaah Reuni 212 wajib menjaga ketertiban dan kedamaian serta kebersihan selama acara berlangsung dan taat pada komando panitia.

Tag : jokowi, AKSI 212, Reuni Akbar 212
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top