Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasasi Buni Yani Ditolak, Kejaksaan Tunggu Salinan Putusan MA

Kejaksaan masih menunggu salinan putusan Mahkamah Agung terkait penolakan kasasi yang diajukan terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informaai dan Transaksi Eletronik (ITE) Buni Yani.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 November 2018  |  17:48 WIB
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo - Bisnis.com/Samdysara Saragih
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo - Bisnis.com/Samdysara Saragih

Bisnis.com, DENPASAR -- Kejaksaan masih menunggu salinan putusan Mahkamah Agung terkait penolakan kasasi yang diajukan terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informaai dan Transaksi Eletronik (ITE) Buni Yani. 

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menegaskan bahwa penolakan kasasi kasus Buni Yani tersebut bukan merupakan suatu bentuk kriminalisasi.

Kasus telah diusut berdasarkan aturan perundang-undangan.

Salinan putusan Mahkamah Agung terkait kasus Buni Yani itu akan menjadi dasar pelaksanaan putusan. Jaksa sendiri wajib melaksanaan putusan tersebut.

"Kita menunggu salinan Mahkamah Agung sebagai dasar pelaksanaan putusan," katanya, Selasa (27/11/2018).

Kata dia, penolakan kasasi oleh Mahkamah Agung tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap. Keputusan Mahkamah Agung ini merupakan instansi terkahir pemutus badan peradilan. 

Adapun Buni Yani dikenakan tuduhan melanggar UU ITE. Jaksa Penuntut Umum sendiri memberikan tuntutan pidana 2 tahun namun putusan Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan.

Atas putusan itu, Buni Yani mengajukan kasasi yang merupakan haknya.

"Mahkamah agung sepakat menolak tuntutan kasasi Buni Yani sehingga tentu ini merupakan instansi terakhir pemutus badan peradilan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung Buni Yani
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top