Kim Jong-un Memandu Uji Coba Senjata ‘Canggih’ Baru

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan dan memandu uji coba senjata \"canggih\" yang baru dikembangkan, ungkap media negara pada Jumat (16/11/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 November 2018 07:14 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan dan memandu uji coba senjata "canggih" yang baru dikembangkan, ungkap media negara pada Jumat (16/11/2018).

Dilansir Bloomberg, Kantor Berita Pusat Korea (KNCA) mengabarkan Kim mengunjungi tempat pengujian di Institut Pertahanan Nasional Korea Utara dan memeriksa uji coba senjatanya, namun tidak memberikan rincian tentang jenis senjata, atau apakah itu terkait dengan program nuklir Korea Utara.

"Pengujian senjata taktis berteknologi tinggi telah dilakukan dengan sukses, memenuhi semua indikator perancangan yang unggul dan kuat," ungkap KCNA dalam laporannya.

"Ini adalah cara yang baik untuk mempertahankan wilayah negara dengan penghalang besi dan memperkuat kekuatan tempur tentara rakyat," tambahnya.

Uji coba senjata ini adalah yang pertama yang diawasi Kim sejak November tahun lalu, ketika dia mengamati penembakan rudal balistik antar-benua Hwasong-15, menurut Yonhap News.

Uji coba ini dilakukan ketika pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korea Utara terhenti, dan di tengah laporan bahwa Pyongyang mungkin telah memulai kembali pengembangan senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menggembar-gemborkan langkah Korea Utara untuk menghentikan tes senjata nuklir dan rudal balistik sebagai pencapaian besar.

Pemerintah AS baru-baru ini menepis lambatnya perundingan dan laporan tentang pengembangan senjata, mengatakan KTT kedua dengan Kim direncanakan pada tahun depan.

"Kami sepenuhnya tahu tentang situs-situs (senjata nuklir) yang sedang dibahas, tidak ada yang baru dan semuanya berjalan normal," ungkap Trump di akun Twitter-nya pada Selasa (14/11) sebagai tanggapan atas laporan yang mengidentifikasi 13 basis rudal yang tidak diumumkan.

"Saya akan menjadi yang pertama memberitahu  ika semuanya menjadi buruk!"

Kim telah meningkatkan kecaman pada sanksi internasional terhadap Korea Utara yang telah menghambat upayanya untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan dan meningkatkan ekonomi.

Tag : korea utara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top