Demi Koalisi Prabowo-Sandi, Gerindra Mengalah Berebut Kursi Wagub DKI

Perebutan kursi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta  antara Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera mulai menunjukan titik temu. Partai Gerindra DKI Jakarta memberi kesempatan kepada PKS.
Feni Freycinetia Fitriani | 05 November 2018 22:32 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik (kedua kanan) saat menggelar pertemuan dengan pengurus PKS di Kantor DPD Partai Gerindra kawasan Cempaka Putih, Senin (5/11/2018). - Bisnis/istimewa

Kabar24.com, JAKARTA — Perebutan kursi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta  antara Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera mulai menunjukan titik temu. Partai Gerindra DKI Jakarta memberi kesempatan kepada PKS.

Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta lowong sejak ditinggalkan oleh Sandiaga S. Uno yang memilih mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengatakan bahwa pertemuan dengan PKS yang dilakukan di Kantor DPD Gerindra DKI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat telah membuahkan hasil yang menggembirakan kedua belah pihak.

“Alhamdulillah, tadi kita telah mendiskusikan, telah musyawarah terkait isu yang berkembang. Kami sudah dapat merumuskan beberapa hal. Pertama, Gerindra dan PKS sepakat, mulai hari ini [kemarin] tidak ada lagi saling menyindir berkaitan dengan urusan pemilihan wagub,” katanya di kantor DPD Gerindra, Senin (5/11).

Selain itu, Wakil Ketua DPRD DKI yang sebelumnya berkukuh menjadi pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan menegaskan Gerindra dan PKS bakal memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Taufik juga menambahkan terkait jabatan wagub, kedua fraksi sepakat untuk membuat suatu badan yang akan melakukan penilaian terhadap cawagub yang diajukan.

"Saya kira ini kesepakatan yang telah kita rumuskan bersama untuk sama-sama membentuk badan fit and proper test," ucapnya.

Taufik mengatakan dengan adanya pertemuan antara PKS dan Gerindra ini mengakhiri polemik antara Gerindra dan PKS.

“Selama ini kan kami hanya ribut di media saja. Setelah pertemuan tidak ada ribut-ribut. Saya tegaskan Gerindra dan PKS soli memenangkan Prabowo dan Sandiaga di Pilpres 2019," ungkapnya.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo membenarkan telah terjadi kesepakatan diantara kedua partai pengusung Anies-Sandi saat Pilkada DKI 2017, yakni sepakat mengusulkan calon dari PKS

Langkah tersebut dilaksanakan guna mengamankan kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Untuk itu posisi wagub memang dipastikan dari PKS. Mudah-mudahan nanti akan segera disampaikan kepada publik, dua nama kader PKS yang akan disampaikan ke pimpinan DPRD DKI,” katanya.

Kesepakatan lain, PKS dan Gerindra sepakat untuk membentuk badan yang akan menjaring siapa calon yang layak untuk menempati posisi Wagub DKI.

Menurutnya, badan tersebut nantinya diisi oleh perwakilan PKS dan Gerindra yang tugasnya untuk melakukan fit and proper test para calon Wagub. Mengenai kriteria pemilihan cawagub tersebut, Syakir menyerahkannya kepada badan yang aka dibentuk sesegera mungkin.

"Kami akan diusulkan disepakati hasil fit and proper test,” ujarnya.

Beredar kuat sosok yang akan diusung PKS untuk menggantikan Sandiaga Uno adalah Ahmad Syaikhu. Syaikhu merupakan politisi PKS yang di Pilkada Jawa Barat maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Sudrajat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gerindra, sandiaga uno, wagub dki, prabowo subianto

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top