Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cari MH370, Tim Pencari Justru Temukan Kapal Tenggelam dari Abad 19

Alih-alih menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370, tim pencarian justru menemukan dua bangkai kapal dagang Inggris yang tenggelam pada abad ke-19.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 04 Mei 2018  |  18:08 WIB
Malaysia Airlines - wikipedia
Malaysia Airlines - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA -- Alih-alih menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370, tim pencarian justru menemukan dua bangkai kapal dagang Inggris yang tenggelam pada abad ke-19.

Dilansir dari BBC, Jumat (4/5/2018), kedua kapal tersebut ditemukan 2.300 kilometer (km) di laut lepas Australia bagian barat. Disinyalir kapal dagang itu membawa batu bara yang akan dibawa ke Inggris atau sebaliknya.

Salah satu kapal ditemukan pada Desember 2015 di Samudra Hindia. Para peneliti maritim Australia kemudian menggunakan gambar sonar dan catatan pengiriman dalam sejarah untuk mengindentifikasi kapal tersebut.

Dr Ross Anderson, kurator arkeologi maritim dari Western Australian Museum, mengatakan salah satu satu dari dua kapal yang ditemukan bisa jadi merupakan kapal West Ridge yang hilang pada 1883, kapal Kooringa yang hilang pada 1894, atau kapal Lake Ontario yang hilang pada 1897.

Bangkai kapal lainnya ditemukan sekitar 36 km dari kapal pertama pada Mei 2015.

Ross menuturkan ada dua kemungkinan. Kapal ini bisa jadi adalah kapal W. Gordon yang menuju dari Skotlandia ke Australia pada 1877 atau kapal Magdal yang hilang pada 1882 dalam perjalanan dari Wales ke Indonesia. 

"Bukti menunjukkan bahwa kapal tenggelam karena bencana seperti ledakan yang memang biasa terjadi pada kapal kargo batu bara," jelasnya.

Ross juga menyatakan bahwa timnya tidak bisa memastikan identitas kapal karena catatan sejarah yang tidak lengkap.

Sampai saat ini, pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang ketika membawa penumpang sebanyak 239 orang dari Kuala Lumpur ke Beijing masih belum ditemukan. 

Reuters melansir Kamis (8/3), tim pencari dari Ocean Infinity saat ini sedang menjalankan misinya dan diharapkan dapat menyelesaikannya pada Juni 2018. Pada Januari 2018, Malaysia telah sepakat menyewa jasa perusahaan asal AS itu dengan bayaran hingga US$70 juta jika berhasil menemukan pesawat tersebut.

Penunjukan Ocean Infinity didasari tidak berhasilnya pencarian yang digelar Malaysia, Australia, dan China atas pesawat MH370. Pencarian tersebut menghabiskan biaya US$159,38 juta dan mencakup wilayah Samudera Hindia seluas 120.000 km persegi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top