Pelaku Pembunuhan Anggota Hamas Masih Berada di Malaysia

Dua pria yang diduga pelaku pembunuhan dosen asal Palestina di Kuala Lumpur masih berada di negara itu setelah foto salah satu dari mereka dibeberkan ke publik.
John Andhi Oktaveri | 25 April 2018 11:58 WIB
Kondominium lokasi pria dari Palestina bernama Fadi al-Batsh ditembak mati di Kuala Lumpur, Malaysia, 23 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dua pria yang diduga pelaku pembunuhan dosen asal Palestina di Kuala Lumpur masih berada di negara itu setelah foto salah satu dari mereka dibeberkan ke publik.

Dua pria bersenjata api dengan menggunakan sepeda motor melepaskan sedikitnya 14 tembakan ke tubuh Fadi al-Batsh yang merupakan anggota pergerakan Islam, Hamas. Saat ditembak dan tewas seketika, dosen teknik itu tengah berada di luar apartemennya Sabtu (19/4/2018).

Sepeda motor merk Kawasaki ditemukan di dekat sebuah telaga sehingga polisi bisa mendapatkan foto salah seorang pelaku, ujar Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (25/4/2018).

Para pelaku diperkirakan masuk Malaysia sekitar Januari lalu, namun belum diketahui asal negara dan dari negara mana mereka masuk ke Malaysia, ujar Fuzi.

“Kami nyatakan pelaku masih di dalam negara Malaysia,” ujarnya.

Dia mengaku belum mengidentifikasi mereka, namun diduga mereka menggunakan identitas palsu saat memasuki negara tersebut.

Para petugas keamanan telah merilis foto pelaku dari komputer yang digambarkan oleh para saksi berkulit cerah dengan badan tegap seperti berasal dari Timur Tengah atau Eropa.

Deputi PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pekan lalu pelaku diduga berasal dari Eropa dan mempunyai hubungan dengan agen intelijen asing.

Hamas, kelompok militan Islam yang mengausai wilayah Jalur Gaza, menuduh agen Mossad Israel yang membunuh Batsh. Akan tetapi Israel membantah tuduhan itu.

Fuzi mengatakan bahwa pembunuhan itu dilakukan secara sangat profesional, namun dia tidak berkomentar soal adanya laporan agen Mossad sebagai pelakunya.

Tag : palestina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top