Presiden Korsel dan Kim Jong Un Akan Bertemu di Gedung Perdamaian

Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) bakal menggelar pertemuan puncak bersejarah pada Jumat (27/4/2018), untuk mengakhiri perseteruan kedua bangsa serumpun dan membebaskan Semenanjung Korea dari senjata pemusnah massal nuklir.
JIBI | 25 April 2018 11:37 WIB
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, akan bertemu di Peace House (Gedung Perdamaian), yang terletak di kawasan Panmunjeom di sisi Korea Selatan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) bakal menggelar pertemuan puncak bersejarah pada Jumat (27/4/2018), untuk mengakhiri perseteruan kedua bangsa serumpun dan membebaskan Semenanjung Korea dari senjata pemusnah massal nuklir.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, akan bertemu di Peace House (Gedung Perdamaian), yang terletak di kawasan Panmunjeom di sisi Korea Selatan. Gedung ini memiliki tiga lantai.

“Moon dan Kim bakal memulai pembicaraan bersejarah kedua negara pada pukul 10 pagi di ruang konferensi di lantai dua di Gedung Perdamaian,” begitu dilansir media Korea Herald, Selasa (24/4/2018).

Kawasan Panmunjeom ini terletak sekitar 50 kilometer dari ibu kota Seoul. Dua pertemuan puncak antar-Korea penah digelar dua kali dan dilaksanakan di Pyongyang pada 2000 dan 2007.

Kawasan tempat pertemuan puncak ini terletak di Zona Demiliterisasi sepanjang 250 kilometer, yang membelah kedua Korea. Area Bersama Keamanan Panmunjeom menjadi lokasi gencatan senjata pada 1953 antara kedua Korea sekaligus mengakhiri perang meski tidak secara permanen.

Gedung Perdamaian, yang bakal menjadi lokasi pertemuan puncak kedua negara, memiliki ruang media pada lantai satu dan ruang serba guna pada lantai tiga. Moon dan Kim bakal bersantap bersama di sela-sela pertemuan.

Di sebelah Gedung Perdamaian ini ada Gedung Kebebasan (Freedom House), yang memiliki empat lantai. Di sekitarnya, ada bangunan-bangunan lebih kecil yang dikendalikan oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sepekan menjelang pertemuan ini, seperti dilansir Reuters, Kim Jong Un mengumukan secara sepihak penutupan instalasi uji coba nuklir dan menghentikan program senjata nuklir, yang selama ini menjadi senjata andalannya untuk mengancam Amerika Serikat.

Setelah pertemuan dengan Moon, Kim bakal menggelar pertemuan serupa dengan Presiden AS, Donald Trump. Pertemuan kedua ini digelar pada akhir Mei atau awal Juni dan lokasinya masih dalam pembahasan.

Trump telah mengirim Direktur CIA, Mike Pompeo, ke Pyongyang pada awal April 2018. Trump mengatakan pertemuan dengan Kim bisa menghasilkan kesepakatan besar yang positif bagi dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korsel, korut

Sumber : Tempo
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top