Operasi Penjinakkan Bom Paksa Sebagian Area Berlin Dievakuasi

Evakuasi skala besar akan berlangsung di Berlin pada Jumat (20/4/2018) untuk memungkinkan para ahli menjinakkan sisa bom Perang Dunia II.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 20 April 2018 10:36 WIB
Pemandangan Reichstag building, majelis rendah parlemen Jerman, Bundestag, di Berlin 2 April 2015. - Reuters/Fabrizio Bensch

Bisnis.com, JAKARTA -- Evakuasi skala besar akan berlangsung di Berlin pada Jumat (20/4/2018) untuk memungkinkan para ahli menjinakkan sisa bom Perang Dunia II.

Gedung-gedung akan dikosongkan sejak pukul 09:00 pagi waktu setempat dalam radius 800 meter dari lokasi konstruksi tempat bom ditemukan. Zona ini termasuk kantor kementerian pemerintah, rumah sakit, dan stasiun kereta api di pusat kota.

Dilansir dari BBC, ribuan bom yang tidak meledak dari perang 1939-1945 ditemukan setiap tahun. Namun, polisi mengatakan tidak ada bahaya langsung dari bom Inggris seberat 500 kilogram (kg) yang ditemukan di Heidestrasse, Rabu (18/4).

Area yang akan dikosongkan termasuk Berlin Hauptbahnhof--stasiun kereta api pusat, rumah sakit militer, gedung kementerian keuangan dan gedung kementerian transportasi, serta kedutaan Indonesia dan Uzbekistan.

Operasi penjinakkan bom akan dilakukan pada siang hari waktu setempat. Perusahaan kereta api Deutsche Bahn dan operator transportasi lainnya sudah mengumumkan akan ada gangguan skala besar untuk perjalanan kereta api, trem, dan bus di daerah tersebut.

Sementara itu, penerbangan untuk pulang dan pergi dari bandara Tegel yang berjarak sekitar 7 km dari pusat kota tidak akan terpengaruh. Meski demikian, pesawat yang menuju Berlin akan menghindari terbang di atas lokasi penjinakkan bom.

Tegel, yang merupakan bandara tersibuk di Berlin, sempat ditutup sebentar pada Agustus 2017 setelah ditemukannya bom sisa-sia Perang Dunia II buatan Rusia. Pada September 2017, pasien di rumah sakit di Frankfurt juga dievakuasi dalam proses peledakan bom terkontrol lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bom, jerman

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top