Pimpinan PTN se-Indonesia Bahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh

Para Rektor dari 90 Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menggelar pertemuan dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Senin (16/4/2018).
Yusran Yunus | 16 April 2018 17:03 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Para Rektor dari 90 Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menggelar pertemuan dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Senin (16/4/2018).

Pertemuan membahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Online Learning pada PTN se-Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia harus melakukan perubahan dengan melaksanakan PJJ, yang bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan dunia yang begitu cepat.

”Tampaknya kita tidak bisa menunggu lagi, kita harus melakukan perubahan. Perubahan itu harus kita lakukan pada disruptive technology era, dan kita bisa memanfaatkan peluang yang baik. Di Eropa dan Amerika terkenal dengan istilah revolusi industri 4.0, namun beda lagi di China, mereka mengenal istilah Made in China 2025. Negara lain sudah mengembangkan ekonomi kelas dunia, di sinilah peran pendidikan tinggi di Indonesia agar dapat mengisi pembangunan yang ada di negeri ini,” ujar Nasir dalam pernyataan pers yang diterima Bisnis.

Dia mengemukakan PJJ harus tetap memperhatikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sistem PJJ harus diawasi dan didampingi cara pengelolaan sistem PJJ, bagaimana sistem pendidikan, sistem pemberian tugas serta sistem penjaminan mutu, yang merupakan bentuk dari cyber university.

Sebagai kampus yang sudah terlebih dahulu menyelenggarakan PJJ, Kemenristekdikti memberikan mandat kepada Universitas Terbuka (UT) untuk memberi masukan dan mendukung seluruh PTN dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh tersebut, sesuai dengan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki UT.

Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat mengatakan penugasan ini merupakan kehormatan bagi UT dan UT telah mengambil langkah konkret membangun kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mensukseskan program strategis PJJ dan Online Learning.

Rektor Insitut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi berharap agar dengan diselenggarakannya sistem pendidikan jarak jauh ini dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang saat ini masih di angka 31,5%.

"Kita harus dapat meningkatkan APK kita yang rendah dibanding Malaysia 37,2%, Thailand 51,2%, Singapura 82,7% dan Korea 92,4%,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perguruan tinggi negeri

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top