Tersangkut Skandal Korupsi, Presiden Peru Mengundurkan Diri

Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengumumkan pengunduran dirinya setelah tersangkut skandal dugaan korupsi dari sebuah perusahaan kontraktor besar Brazil.
Annisa Margrit | 22 Maret 2018 08:36 WIB
Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Presiden di Lima, Peru, Rabu (21/3). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengumumkan pengunduran dirinya setelah tersangkut skandal dugaan korupsi dari sebuah perusahaan kontraktor besar Brazil.

Sebelum mengundurkan diri, Kongres Peru telah bersiap melakukan pemungutan suara untuk memecat Kuczynski. Reuters melansir Kamis (22/3/2018), perusahaan milik Kuczynski disebut menerima dana dari Odebrecht ketika dirinya menjadi pejabat publik lebih dari 10 tahun lalu.

Odebrecht adalah kontraktor raksasa asal Brazil yang diduga menyuap sejumlah pemimpin dan pejabat negara Amerika Latin, mulai dari Panama hingga Argentina. Presiden Brazil Michel Temer pun mendapat dugaan serupa.

Kuczynski telah menyangkal berbagai tuduhan yang diajukan kepadanya. Dia juga meyakinkan transisi pemerintahan, yang kemungkinan akan diserahkan ke Wakil Presiden Martin Vizcarra, bakal berjalan dengan lancar.

"Saya telah bekerja selama lebih dari 60 tahun dengan kejujuran penuh. Pihak oposisi telah mencoba menggambarkan saya sebagai seorang yang korup," paparnya dalam sebuah rekaman video yang disiarkan setelah dia keluar dari Istana Presiden.

Kuczynski melanjutkan pengunduran dirinya merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan bagi negara dan dia tidak mau menjadi penghalang bagi upaya Peru untuk mencapai persatuan serta harmoni.

Kongres Peru pun telah menyetujui pengunduran diri ini dan membatalkan proses impeachment. Adapun Vizcarra kemungkinan akan disumpah menjadi presiden pada Jumat (23/3).

Kuczynski baru menjadi presiden pada Juli 2016. Sebelum menjadi warga negara Peru, dia adalah seorang warga AS yang bekerja sebagai bankir di Wall Street.

The Guardian melaporkan untuk menyuap politisi dan partai politik di Amerika Latin saja, Odebrecht menyalurkan dana sebesar US$800 juta, atau hampir Rp11 triliun.

Sumber : Reuters, The Guardian

Tag : korupsi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top