Unicef: Angka Pernikahan di Bawah Umur Turun Tajam

Angka pernikahan di bawah umur dilaporkan turun tajam di seluruh dunia. Saat ini terhitung hanya satu dari lima gadis yang menikah sebelum berusia 18 tahun, dibandingkan dengan satu dari empat gadis satu dekade yang lalu.
Renat Sofie Andriani | 06 Maret 2018 15:29 WIB
Ilustrasi - Abcnews

Kabar24.com, JAKARTA – Angka pernikahan di bawah umur dilaporkan turun tajam di seluruh dunia.

Badan internasional PBB yang menangani urusan anak-anak, United Nations Children’s Fund (Unicef), memperkirakan terdapat 25 juta pernikahan di bawah umur yang mampu dicegah dalam satu dekade terakhir.

Saat ini terhitung hanya satu dari lima gadis yang menikah sebelum berusia 18 tahun, dibandingkan dengan satu dari empat gadis satu dekade yang lalu.

Menurut Unicef, penurunan terbesar dalam hal angka pernikahan di bawah umur terjadi di negara-negara Asia Selatan.

Di India, hal ini tercapai melalui pendidikan yang lebih baik untuk anak perempuan serta penyebaran informasi atas kerugian yang timbul dari pernikahan di bawah umur.

Di sisi lain, Afrika menjadi kawasan terberat untuk permasalahan ini. Meski demikian, Unicef juga mengungkapkan tingkat pernikahan di bawah umur di Ethiopia telah berkurang sampai sepertiga.

Anju Malhotra, seorang penasihat di Unicef, mengatakan bahwa mengingat dampak pernikahan di bawah umur terhadap kehidupan seorang gadis, penurunan angka merupakan kabar baik. Tetap saja, masih panjang perjalanan yang harus diupayakan sehubungan dengan isu ini.

“Ketika seorang gadis dipaksa untuk menikah saat masih di bawah umur, dia menghadapi konsekuensi langsung dan seumur hidup,” ujar Malhotra, seperti dikutip BBC, Selasa (6/3/2018).

“Peluang untuk menyelesaikan sekolah pun menurun, sedangkan kemungkinan mendapat perlakuan tak baik dari suaminya serta menderita komplikasi selama kehamilan meningkat. Ada juga konsekuensi sosial yang sangat besar, dan risiko siklus kemiskinan intergenerasi yang lebih tinggi,” lanjutnya.

Laporan yang sama menunjukkan beban pernikahan di bawah umur beralih ke sub-Sahara Afrika, di mana lebih banyak kemajuan diperlukan untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk.

Unicef melaporkan hampir satu dari tiga pernikahan di bawah umur saat ini terjadi di sub-Sahara Afrika, dibandingkan dengan satu dari lima pernikahan satu dekade yang lalu.

Para pemimpin dunia sendiri telah berjanji untuk mengakhiri pernikahan di bawah umur pada tahun 2030 berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB.

Demi memenuhi target tersebut, tambah Malhotra, upaya untuk mencegah jutaan anak perempuan yang masa kecilnya dirampas melalui praktik menghancurkan ini harus ditingkatkan.

 

Tag : unicef, pernikahan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top