Fosil Homo Sapiens Tertua Ditemukan di Israel

Fosil tulang rahang manusia dengan memiliki tujuh gigi telah ditemukan di sebuah gua di Israel. Rahang tersebut dianggap sebagai bukti adanya Homo sapiens tertua yang di luar Afrika. Hal ini diartikan oleh para ilmuwan sebagai bukti bahwa spesies manusia berjalan keluar dari benua itu jauh lebih awal dari yang diperkirakan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  07:21 WIB
Fosil Homo Sapiens Tertua Ditemukan di Israel
Spesies Homo sapiens - Istimewa

Bisnis.com, WASHINGTON - Fosil tulang rahang manusia dengan memiliki tujuh gigi telah ditemukan di sebuah gua di Israel. Rahang tersebut dianggap sebagai bukti adanya Homo sapiens tertua yang di luar Afrika. Hal ini diartikan oleh para ilmuwan sebagai bukti bahwa spesies manusia berjalan keluar dari benua itu jauh lebih awal dari yang diperkirakan.

Dikutip dari Reuters pada Kamis (26/1/2018) pekan lalu pihak peneliti mengumumkan penemuan fosil yang diperkirakan berusia 177.000 sampai 194.000 tahun tersebut. Mereka mengatakan bahwa gigi tersebut memiliki ciri khas Homo Sapiens yang tidak pernah ditemukan pada spesies terdekat manusia yang hidup pada saat itu, termasuk Neanderthal.

Fosil bagian kiri rahang atas seorang dewasa muda itu berasal dari Gua Misliya yang terletak di lereng barat Gunung Carmel sekitar 7,5 mil (12 km) selatan Haifa. Selain fosil tersebut, ekspedisi yang dilakukan oleh peneliti juga menemukan pisau dan alat batu lainnya seperti, tungku dan tulang binatang yang dibakar.

Homo sapiens sendiri pertama kali muncul di Afrika, dengan fosil paling awal berusia 300.000 tahun. Catatan dalam sejarah manusia paling penting terjadi ketika spesies manusia pertama kali keluar dari Afrika dalam perjalanan untuk mengisi seluruh penjuru dunia seperti hari ini.

Sampai saat ini, fosil Homo sapiens tertua di luar Afrika berasal ditemukan di dua lokasi gua di Israel. Salah satuny ada di Gunung Karmel, dengan perkiraan usia sekitar 90.000 sampai 120.000 tahun.

Ahli paleoanthropologi Israel, Israel Hershkovitz yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa penemuan baru ini mendukung gagasan bahwa manusia bermigrasi keluar dari Afrika melalui rute utara, lembah Nil dan pantai timur Mediterania. Hipotesis ini menentang hipotesis yang mengatakan bahwa manusia bermigrasi melalui rute selatan melintasi selat Bab al-Mandeb, pantai selatan Arab Saudi, benua India dan Asia Timur.

"Ini adalah penemuan menarik yang menegaskan gagasan lain tentang migrasi sebelumnya dari Afrika," tambah ahli paleoantropologi Rolf Quam dari Binghamton University di New York

"Sekarang kita akhirnya memiliki bukti fosil tentang migrasi ini, di samping kesimpulan yang diambil dari penelitian DNA purba dan situs arkeologi," kata Quam, mengacu pada penelitian genetik tentang migrasi dari Afrika sekitar 220.000 tahun lalu.

Hershkovitz mengatakan bahwa dia yakin Homo sapiens mungkin berasal dari 500.000 tahun yang lalu. Manusia penghuni gua Misliya sendiri cenderung nomaden, bergerak di sekitar lanskap mengikuti pergerakan spesies mangsa atau menurut musim tahun ini, kata Quam.

"Mereka mampu berburu spesies besar termasuk ternak liar seperti rusa. Mereka juga biasa memanfaatkan bahan tanaman secara luas, termasuk mungkin untuk tempat tidur, "tambah Quam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arkeologi, fosil

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top