KABAR GLOBAL 28 DESEMBER: Kekayaan Miliarder Dunia Bertambah, Pewaris Samsung Terancam 12 Tahun Bui

Sejumlah berita dari mancanegara menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (28/12/2017), di antaranya mengenai nilai kekayaan miliarder dunia yang bertambah dan AS yang memangkas anggaran bantuan untuk PBB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Desember 2017  |  09:29 WIB
KABAR GLOBAL 28 DESEMBER: Kekayaan Miliarder Dunia Bertambah, Pewaris Samsung Terancam 12 Tahun Bui
Pimpinan Samsung Group Jay Y. Lee meninggalkan Seoul Central District Court di Seoul, Korea Selatan, Kamis (16/2/2017). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita dari mancanegara menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (28/12/2017), di antaranya mengenai nilai kekayaan miliarder dunia yang bertambah dan AS yang memangkas anggaran bantuan untuk PBB.

Berikut ringkasan berita global di sejumlah media nasional hari ini:

Kekayaan Miliarder Dunia Bertambah. Nilai kekayaan miliarder dunia berhasil bertambah hingga US$1 triliun pada 2017 lantaran membaiknya kondisi perekonomian global. (Bisnis Indonesia)

Pewaris Samsung Terancam 12 Tahun Bui. Jaksa penuntut meminta hakim Pengadilan Tinggi Seoul menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara bagi pewaris Samsung Group, Jay Y. Lee.

AS Pangkas Anggaran Bantuan untuk PBB. Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan pengurangan yang signifikan untuk kewajiban anggaran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Delegasi AS mengatakan, pihaknya memangkas lebih dari US$ 285 juta untuk anggaran PBB tahun 2018–2019. (Kontan)

Brasil Mengusir Diplomat Venezuela. Brasil mendeklarasikan diplomat Venezuela paling senior di Brasil, Gerardo Delgado, sebagai persona non grata. Langkah itu dilakukan selang beberapa hari setelah Venezuela mengusir Duta Besar Brazil untuk Caracas, Ruy Pereira. (Kontan)

Vietnam Rekrut 10.000 Orang Unit Siber. Vietnam meluncurkan sebuah unit kerja siber untuk melawan informasi yang salah terhadap pemerintah di internet. Tidak tanggung-tanggung, Vietnam telah merekrut 10.000 orang untuk unit siber bernama Force 47 ini. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup