KABAR GLOBAL 8 DESEMBER: Konflik Geopolitik Berpotensi Muncul, Langkah Trump Menyulut Protes dan Bentrokan

Potensi konflik geopolitik menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Jumat (8/12/2017).
Renat Sofie Andriani | 08 Desember 2017 08:30 WIB
Wakil Presiden Mike Pence berdiri di belakang Presiden Donald Trump yang memegang proklamasi yang ia tandatangani bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaanya kesana, saat berpidato dari Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/12/2017). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Potensi konflik geopolitik menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Jumat (8/12/2017).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Konflik Geopolitik Berpotensi Muncul. Kebijakan Amerika Serikat (AS) terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel berpotensi memicu kembali terjadinya konflik geopolitik baru di dunia. (Bisnis Indonesia)

Sektor Infrastruktur Prospektif. Usai mengalami pergerakan yang lamban pada tahun ini, saham milik korporasi sektor konstruksi di Asia Tenggara berpeluang mendapatkan momentum untuk mencatatkan lonjakan pada 2018. (Bisnis Indonesia)

GIP Akuisisi Equis Energy US$5 Miliar. Perusahaan pengelola dana investasi, Global Infrastructure Partners (GIP) sepakat membeli Equis Energy, pengembang proyek energi terbarukan. Nilai akuisisi itu mencapai US$5 miliar, termasuk utang dan menjadi rekor transaksi di industri ini. (Kontan)

Langkah Trump Menyulut Protes dan Bentrokan. Seperti yang dikhawatirkan oleh banyak pihak, pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah memicu unjuk rasa, bentrokan, dan seruan untuk gerakan intifada baru dari pihak Palestina pada Kamis (7/12). (Investor Daily)

Haluan AS Berubah di Tangan Trump. Haluan kebijakan Amerika Serikat (AS), termasuk kebijakan luar negerinya di Timur Tengah (Timteng), berubah di tangan Presiden Donald Trump. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
israel, Donald Trump, Yerusalem

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top