Polisi Ungkap Video Porno Depok dengan Metode ‘Ariel Peterpan’

Kepolisian Resor Metropolitan Kota Depok mengusut penyebar rekaman video porno yang bikin heboh dan viral di media sosial medio Oktober lalu menggunakan metode khusus seperti yang digunakan dalam pengusutan penyanyi pop Ariel Peterpan.
JIBI | 09 November 2017 07:34 WIB
Ilustrasi video porno - Antara

Kabar24.com, DEPOK - Kepolisian Resor Metropolitan Kota Depok mengusut penyebar rekaman video porno yang bikin heboh dan viral di media sosial medio Oktober lalu menggunakan metode khusus seperti yang digunakan dalam pengusutan penyanyi pop Ariel Peterpan.

“Metode pengungkapan seperti kasus video Ariel dan Luna Maya,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana pada Rabu (8/11/2017).

Putu menjelaskan, pertama-tama harus dipastikan siapa orang yang ada dalam rekaman video porno. Polres Depok menggandeng Direktorat Cyber Criem Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri untuk mengungkap orang-orang itu.

Penyidik juga meminta keterangan pria dan wanita yang ada dalam rekaman itu untuk meminta klarifikasi. Tahapan berikutnya barulah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan data untuk mencokok penyebar video pribadi tersebut.

Adapun Kepala Polres Depok Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan, penyidik sudah mengetahui siapa pria dalam rekaman video berdurasi sekitar 2 menit 50 detik itu. Pria tadi adalah Hz, mantan kekasih (HA)  yang diduga ada dalam rekaman video. Selanjutnya, penyidik berencana meminta penjelasan Hanna dan beberapa orang dekatnya pada Kamis (9/11/2017).

Sejumlah video porno beredar viral di media sosial dan forum obrolan Whatsapp pada medio Oktober lalu. Video-video itu antara lain diduga melibatkan siswa di Samarinda, Kalimantan Timur, serta alumni UI di Depok.

Polres Depok pun mengusut kasus peredaran rekaman video yang diduga terjadi di Depok tersebut.

Polres Depok telah meminta keterangan Muhammad Farkhan Gunarwan yang diduga pria di dalam rekaman video porno. Sedangkan HA, "Minggu ini dipanggil sebagai saksi,” ujar Putu.

Sebelumnya, Hanna pernah datang ke kantor Polres Depok untuk membantah bahwa dirinya adalah wanita dalam rekaman video sekaligus menunjukkan bukti.

Menurut Kepala Unit Kriminal Khusus Polres Depo Ajun Komisaris Firdaus, penyidik sudah dua kali mengirim surat pemanggilan untuk HA sebagai saksi kasus video porno tersebut. Saat pemanggilan pertama pengacaranya meminta penundaan pemeriksaan via surat.

“Saat itu HA masih trauma akibat dikaitkan dengan video berkonten pornografi,” ujarnya.

 

 

Sumber : Tempo

Tag : video porno
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top