INFO HAJI 2017: Jangan Wakafkan Alquran Di Masjid Nabawi

Pengelola Masjid Nabawi Madinah, Arab Saudi, meminta jamaah haji dan umroh tidak membeli Alquran kemudian diletakkan di masjid itu dengan niat wakaf, tetapi di bawa pulang saja ke Tanah Air.
Nurudin Abdullah | 27 September 2017 22:30 WIB
Petugas dari Pengelola Masjid Nabawi Madinah membagikan Alquran sebagai oleh-oleh dibawa pulang kepada sejumlah jamaah haji Indonesia. - Istimewa/Kemenag

Bisnis.com, JAKARTA - Pengelola Masjid Nabawi Madinah, Arab Saudi, meminta jamaah haji dan umroh tidak membeli Alquran kemudian diletakkan di masjid itu dengan niat wakaf, tetapi di bawa pulang saja ke Tanah Air.

Director of Public Relation Nabawi, Abdul Wahid Al-Hetab, mengatakan jamaah haji Indonesia sebaiknya memberikan Alquran yang dibelinya itu bawa pulang, diberikan kepada kaum muslim yang ada di Tanah Air.

“Sebab, Pemerintah Arab Saudi telah menyediakan Alquran di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Bahkan mushaf itu juga diberikan secara cuma-cuma kepada para jamaah,” katanya dalam situs resmi Kementerian Agama, Rabu (27/9/2017).

Menurutnya, Alquran yang dibeli jamaah haji Indonesia sebaiknya diberikan kepada kaum muslimin di negaranya sendiri, karena segala fasilitas di sini, Masjid Nabawi Madinah dan Masjidil Haram Makah, telah tersedia dan anggarannya juga sudah disiapkan oleh kerajaan.

Dia menjelaskan Kerajaan Arab Saudi telah menyediakan semua layanan tersebut dengan dari anggaran negara, mancakup antara lain pengadaan Alquran, layanan kesehatan, air Zamzam, pendingin ruangan, dan pengelolaan sound system

“Semua disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah agar bisa beribadah dengan lancar, nyaman dan khusyuk. Pelayanan itu tidak membedakan antara satu bangsa dengan lainnya. Siapapun jemaah yang datang mendapat pelayanan yang sama,” ujarnya.

Tag : Ibadah Haji, alquran
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top