Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pihaknya menolak segala bentuk upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 13 September 2017  |  16:14 WIB
Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (8/5). - Antara/Ahmad Subaidi

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pihaknya menolak segala bentuk upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu oleh SBY saat memberikan sambutan diskusi tentang integritas partai politik yang turut dihadiri Komsioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basari Panjaitan di Kantor DPP Partai Demokrat, Rabu (13/9/2017).

“Demokrat mendukung penuh KPK. Demokrat tolak pelemahan KPK. Saya tahu dan saya bukan anak kemarin sore dalam dunia poltiik dan kehidupan bernegara dan pemerintahan sehingga apapun alasannya kalau untuk melemahkan KPK rakyat tahu, kita tahu. Apalagi kalau ada yang ingin membekukan dan membubarkan KPK,” ujarnya.

Mantan Presiden ini mengungkapkan, meski sebagian kader Partai Demokrat terjerat dalam berbagai kasus korupsi, pihaknya konsisten dan tidak akan berubah dalam mendukung KPK.

Mereka tidak ingin bertindak sebagaimana yang dilakukan partai-partai lainnya yang mendukung KPK namun ketika ada kadernya yang terjerat kasus korupsi berbalik menentang komisi antirasuah tersebut.

“Harapan kami semua lembaga negara dan pemerintahan di negeri ini, mulai dari Bapak Presiden Joko Widodo dan pemimpinan lembaga negara mulai dari MPR, DPR, DPD, dukunglah KPK. Rakyat juga berharap KPK, Polri, Kejaksaan dan Mahkamah Agung bisa kolaborasi dan bersinergi. Karena semua lembaga itu penting,” katanya.

Partai Demokrat sejauh ini konsisten menolak upaya pelemahan KPK mulai dari menolak keberadaan pantia khusus hak angket yang bertujuan menyelidiki komisi antirasuah tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sby, partai demokrat, kpk, susilo bambang yudhoyono

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top