Ribuan Anak Masih Terjebak di Mosul, Irak

Dana Anak PBB (UNICEF) pada Kamis (29/6/2017) mengatakan ribuan anak telah terjebak di daerah yang masih dikuasai oleh IS di Kota Tua Mosul, Irak.
Newswire | 30 Juni 2017 08:41 WIB
Asap mengepul dari posisi militan Negara Islam (IS) setelah serangan artileri oleh pasukan Irak di Mosul barat, Irak pada 18 Juni 2017. REUTERS - Erik De Castro

Kabar24.com, BAGHDAD--Dana Anak PBB (UNICEF) pada Kamis (29/6/2017) mengatakan ribuan anak telah terjebak di daerah yang masih dikuasai oleh petempur Negara Islam (IS) di Kota Tua Mosul, Irak.

"Anak-anak menghadapi banyak ancaman terhadap keselamatan mereka. Mereka yang terjebak dalam pertempuran bersembunyi di lantai bawah rumah mereka, takut terhadap pembantaian lain. Mereka yang berusaha menyelamatkan diri, terancam ditembak atau cidera. Ratusan warga sipil sudah dilaporkan tewas dan digunakan sebagai tameng manusia," kata Peter Hawkins, Wakil UNICEF di Irak, di dalam satu pernyataan.

"Anak lelaki dan perempuan yang telah menyelamatkan diri memperlihatkan tanda kekurangan gizi sedang dan menyimpan luka psikologis akibat konflik, sebagai akibat dari kondisi yang telah mereka lalui," tambah Hawkins.

UNICEF kembali menyampaikan seruannya kepada semua pihak dalam konflik di Mosul agar melindungi anak-anak dari kerusuhan yang berkecamuk.

"Anak-anak harus dijauhi dari ancaman, tak peduli apa pun kondisinya," kata Hawkins, sebagaimana dikutip Xinhua.

Pasukan Irak telah terlibat pertempuran di dalam kota tua tersebut, tapi tentara membuat kemajuan lamban akibat perlawanan sengit petempur IS dan banyak bom pinggir jalan serta perangkap di dalam bangunan. Selain itu, penembak gelap IS mengambil posisi di bangunan dan jalan sempit di permukiman yang padat penghuni.

Menurut laporan PBB baru-baru ini, sebanyak 100.000 warga sipil masih terjebak di daerah yang dikuasai IS di pusat kota tua itu dan permukiman yang bersebelahan, Ash-Shifaa.

Mosul, 400 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, telah dikuasai IS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah melarikan diri dan meninggalkan senjata mereka, sehingga petempur IS bisa menguasai banyak wilayah di Irak Utara dan Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unicef

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top