Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Canangkan Negeri Layak Anak di Maluku

Pemerintah pusat mencanangkan program Negeri Layak Anak di Kecamatan Teon Nila Serua, Maluku.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 28 Mei 2017  |  22:07 WIB
Pemerintah Canangkan Negeri Layak Anak di Maluku
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah pusat mencanangkan program Negeri Layak Anak di Kecamatan Teon Nila Serua, Maluku.

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, berharap pencanangan Negeri Layak Anak di Teon Nila Serua (TNS) ini mampu menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait hak anak.

“Agar dapat menciptakan sumber daya manusia dan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Minggu (28/5/2017).

Negeri Layak Anak, lanjutnya, lahir karena adanya integrasi antara komitmen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjamin ketersediaan hak-hak anak. Komitmen ini dapat menjadi model percontohan untuk wilayah lain di Tanah Air.

Selain itu, Kementerian PPPA telah membuat kebijakan dan program untuk memberdayakan dan melindungi perempuan dan anak tanpa diskriminasi. Berbagai produk hukum telah disusun untuk menjamin hak hidup perempuan dan anak.

Produk hukum itu a.l. Undang-Undang (UU) Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Perlindungan Anak, dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang. Saat ini, sambung Yohana, pemerintah juga tengah membahas RUU Pencegahan Kekerasan Seksual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top