Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wamenlu: Diplomasi Harus Jawab Tantangan Digital

Mulai saat ini, diplomasi harus mulai mampu menjawab tantangan-tantangan digital.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 17 Mei 2017  |  22:32 WIB
Wamenlu: Diplomasi Harus Jawab Tantangan Digital
Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mulai saat ini, diplomasi harus mulai mampu menjawab tantangan-tantangan digital.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan dunia digital mengubah partisipan, mendorong semangat keterbukaan dan transparansi. Perkembangan digital juga telah menciptakan sumber informasi baru dan tantangan paradox of plenty.

"Diplomasi harus mampu merebut ruang informasi publik dan menyajikan informasi secara cepat, tepat dan benar," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (17/5/2017).

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia di hampir tiap negara. Dampak dari majunya teknologi juga merambah ke ranah hubungan antarnegara dan aktor-aktor yang terlibat di dalamnya.

Hal tersebut pada gilirannya mengubah strategi pemerintah dalam menentukan kebijakan luar negeri Indonesia.

Direktur Eksekutif Center for Digital Society, Nanang Pamuji Mugasejati mengatakan dengan adanya aspek digital maka efisiensi strategi diplomasi pun semakin memungkinkan. Begitu juga apabila dilihat dari aspek pengoptimalan anggaran diplomasi.

Hari ini, Rabu (17/5/2017), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengadakan Experts Meeting on Digital Diplomacy yang bekerja sama dengan Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM. Acara ini secara khusus membahas tantangan dan peluang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam membantu diplomasi Indonesia.

Sekitar 30 pakar di bidang diplomasi dan teknologi informasi komunikasi dan lebih dari 100 praktisi yang terdiri pengamat, konsultan, akademisi, para ahli di bidang teknologi informasi komunikasi, publik figure, dan diplomat asing dari negara-negara sahabat turut hadir dalam acara ini..

Harapannya, ke depan, akan lebih banyak diplomat dan Duta Besar yang memanfaatkan kemajuan teknologi memaksimalkan pencapaian kepentingan nasional Indonesia di masa yang akan datang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu diplomasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top