Kejaksaan Sidik Korupsi Tol Kunciran-Cengkareng

Kejaksaan Agung mengembangkan penyelidikan korupsi kasus pengadaan tanah ruas tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.
Anggara Pernando | 16 Maret 2017 21:43 WIB
Ilustrasi - Antara/Arif Firmansyah

Kabar24.com, JAKARTA -- Kejaksaan Agung mengembangkan penyelidikan korupsi kasus pengadaan tanah ruas tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M. Rum mengatakan kasus ini terjadi dilingkungan Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Panitia pengadaan tanah diduga merugikan negara karena mengeluarkan uamg negara tanpa didukung bukti yang benar dan sah.

"Sejauh ini penyidik telah memeriksa saksi sebanyak empat orang," kata Rum di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Dia mengatakan saksi yang dipanggil diantaranya seperti anggota panitia pengadaan tanah maupun pihak terkait lainnya. Sedangkan dugaan korupsi ini terjadi pada tahun anggaran 2013.

Tol Kunciran-Serpong merupakan satu dari 11 tol strategis di sekitar Jabodetabek. Tol ini termasuk lima ruas tol proyek strategis yang belum memasuki masa konstruksi karena masih menunggu kesiapan lahan.

Proyek-proyek itu, antara lain Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran, Kunciran—Serpong, Serpong—Cinere, Cibitung—Cilincing, dan enam ruas tol Dalam Kota DKI Jakarta. Seluruh proyek tersebut wajib memulai konstruksinya selambat-lambatnya pada 2018 untuk tetap terdaftar sebagai proyek strategis nasional.

Tag : Kejaksaan Agung
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top