Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Brexit: Antara Soft Landing dan Crash Landing

Sesudah 3 malam memikirkan dan mengevaluasi apa yang akan terjadi dengan dirinya, dengan diri mereka, dengan kekayaan mereka, akhirnya pasar modal, lembaga keuangan dunia pada hari Senin tanggal 27 Juni sadar bahwa sebetulnya tidak ada alasan untuk panik.
Pendukung Brexit bersorak di pesta Leave.EU setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Inggris. Reuters/Toby Melville
Pendukung Brexit bersorak di pesta Leave.EU setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Inggris. Reuters/Toby Melville

1. BREXIT: Soft Landing, Skenario Cerah

Sesudah 3 malam memikirkan dan mengevaluasi apa yang akan terjadi dengan dirinya, dengan diri mereka, dengan kekayaan mereka, akhirnya pasar modal, lembaga keuangan dunia pada hari Senin tanggal 27 Juni sadar bahwa sebetulnya tidak ada alasan untuk panik.

Pada Jangka menengah sebetulnya tidak akan ada perubahan sama sekali. Perusahaan dan dunia Industri akan tetap berproduksi dan pedagang akan tetap berdagang dan Inggris untuk sementara masih akan tetap berada di dalam Uni Eropa (UE).

Sesudah ketakutan dan keresahaan itu berlalu, (ingatan manusia sangat pendek), maka seluruh dunia maupun pasar modal dan keuangan akan berkonsentrasi pada sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih penting: Siapa yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat dalam waktu 5 bulan yang akan datang? Apakah perekonomian Tiongkok akan mengalami SOFT atau HARD landing? Di Indonesia : Apakah Amnesty pajak akan berhasil disetujui oleh DPR? Di ASEAN: Apakah Asean akan mengalami hal yang sama seperti di UE?

Dalam minggu berikut akan terlihat bahwa Inggris akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan posisinya di Pasar UE. Calon kuat (mungkin) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Nigel Farage akan bersuara lebih lunak mengenai BREXIT dan bersama pemerintahan sekarang akan mencoba untuk adanya pengalihan kekuasaan yang lebih terkendali. Mereka pun sadar bahwa mereka tidak dapat membangun tembok Berlin terhadap pasar UE. Mereka tidak akan mencederai diri sendiri dengan mengisolasi dirnya melalui perang tarif dan bea masuk. Lebih penting bagaimana mengamankan posisi kota London sebagai pusat pasar keuangan Eropa. Dari semula, Britania Raya akan mengedepankan dan memperjuangkan pasar bebas.

Ke 27 Negara lain yang masih berada di dalam Organisasi UE mulai memperlihatkan kesetiaaannya pada organisasi UE, sementara para oposan di negara anggota UE akan lebih sedikit menyuarakan usulan untuk mengadakan referendum EXIT yang lama kelamaan akan terlupakan. Pada saat yang bersamaan akan ada banyak janji yang dikedepankan seperti: UE akan tetap membantu Yunani dan negara lainnya yang berada pada poisisi yang lemah yang dapat mengakibatkan Krisis UE yang baru. Nyonya Merkel akan memperlihatkan sikap yang jauh lebih bersahabat dan lunak terhadap Yunani dibandingkan sebelumnya. Kalau ternyata Boris Johnson dan Nigel Farage tidak dapat memenuhi janji janji yang muluk, seperti pada kampanye BREXIT. maka masyarakat Inggris akan merasa sangat kecewa dan mereka yang selalu ingin menunjukkan sifat populis di negara negara UE lainnya juga akan kehilangan dukungan.

Mata Uang Pound Sterling juga secara pelan akan kembali menguat kalau ternnyata pihak Inggris tidak memperlihatkan urgensi untuk menyelesaikan "Withdrawal Agreement" seperti yang dikemukakan Menteri Luar Negeri Indonesia. Bank Bank Sentral di dunia akan melakukan intervensi yang terselubung untuk menghindari gejolak valuta yang berkelebihan. Juga pasar modal akan kembali membaik karena banyak pembeli yang tertarik dengan harga saham yang sudah jauh lebih murah.

Pada akhirnya, ternyata, BREXIT tidak akan mempengaruhi keuntungan korporasi di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Saeno
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper