Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh, Presiden Mugabe Bacakan Pidato Kedaluwarsa

Salah baca pidato kerap terjadi di kalangan pejabat. Namun, yang terjadi pada Presiden Zimbabwe Robert Mugabe cukup menggelikan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2015  |  07:04 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe - Jibiphoto/Solopos.com
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe - Jibiphoto/Solopos.com

Kabar24.com, JAKARTA-- Salah baca pidato kerap terjadi di kalangan pejabat. Namun, yang terjadi pada Presiden Zimbabwe Robert Mugabe cukup menggelikan.

Presiden berusia 91 tahun tersebut menyampaikan kembali pidato yang sudah dia bacakan sebulan sebelumnya, sampai akhir. Dia tidak menyadari kesalahannya hingga selesai berpidato.

Insiden itu terjadi pekan lalu di Gedung Parlemen Zimbabwe. Mugabe kembali membacakan pidato kenegaraan, yang sebenarnya sudah dia bacakan sebulan sebelumnya di hadapan Parlemen.

Menurut News.Sky.com, pada awalnya, dia dicemooh oleh para anggota parlemen dari kalangan oposisi. Tapi, saat mereka menyadari bahwa isi pidato itu sama dengan apa yang dibacakan pada sebulan sebelumnya, mereka terdiam hingga pidato selesai.

Kalangan oposisi telah lama mengeritik bahwa Presiden sudah terlalu tua untuk memimpin negara tersebut. Menurut mereka, Mubage akan terhormat bila mengundurkan diri. Kesalahan pidato itu membuktikan kepikunan Mugabe.

"Memorinya sudah memudar, jika tajam, dia akan segera tahu bahwa pidatonya adalah pidato basi," kata Obert Gutu, juru bicara dari partai oposisi Gerakan untuk Perubahan Demokratik.

Seorang juru bicara Mugabe mengatakan, kesalahan ini terjadi di kantor presiden yang menyebabkan naskah pidato tertukar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden zimbabwe

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top