Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Peras Bandar Narkoba Rp5 Miliar: AKBP PN Bisa Dicopot Dari Kepolisian

Oknum polisi berinisial PN yang diduga terlibat dalam pemerasan bandar narkoba di Bandung terancam dicopot dari jabatannya di kepolisian.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 11 Mei 2015  |  13:19 WIB
Ilustrasi - JIBI/Abdullah Azzam
Ilustrasi - JIBI/Abdullah Azzam

Kabar24.com, JAKARTA -- Oknum polisi berinisial PN yang diduga terlibat dalam pemerasan bandar narkoba di Bandung terancam dicopot dari jabatannya di kepolisian.

"Bisa dipecat dari kepolisian, dia petugas tapi memanfaatkan tugas untuk penyimpangan demi kepentingan pribadi," kata Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso selepas rilis pengungkapan ganja 2,1 ton di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Komjen Buwas -- sapaan akrab Budi Waseso-- menyatakan dari hasil pemeriksaan baru PN, oknum polisi yang diketahui terlibat dalam pemerasan.

Sementara itu, pihaknya juga masih mendalami bandar narkoba yang diduga diperas PN untuk mengungkap kasus tersebut.

"Sementara pengusaha [bandar narkoba] menjadi saksi karena dia yang memberikan informasi," katanya.

Seperti diwartakan, PN saat memeras menjabat sebagai Kanit 3 Subdit 5 Dittipid Narkoba Bareskrim.

Polisi berpangkat AKBP itu diduga memeras seorang bandar narkoba yang juga pemilik diskotik di Bandung, Jawa Barat, dengan barang bukti berupa sabu seberat dua kilogram.

PN meminta uang sebesar Rp5 miliar kepada bandar sabu jika ingin kasus tak berlanjut. Bandar pun mengabulkan permintaan oknum dengan menyerahkan uang Rp3 miliar.

Tetapi saat oknum polisi PN itu menagih sisanya sebesar Rp2 miliar, bandar malah melaporkan perbuatan PN ke Mabes Polri.

Mendapati laporan tersebut, Divisi Pengamanan Internal (Paminal) segera menangkap PN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandar narkoba polisi pemeras
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top