Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lulung Linglung Usai Diperiksa Bareskrim 9 Jam untuk Kasus UPS

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta Abraham Lunggan alias Lulung enggan berkomentar banyak soal pemeriksaannya.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 30 April 2015  |  20:42 WIB
Wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan pembangunan (PPP) Abraham Lunggana atau Haji Lulung (tengah) didampingi Kuasa Hukumnya menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/4/2015). Lulung diperiksa selama delapan Jam oleh penyidik Bareskrim sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) dalam APBD-P 2014. - Antara
Wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan pembangunan (PPP) Abraham Lunggana atau Haji Lulung (tengah) didampingi Kuasa Hukumnya menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/4/2015). Lulung diperiksa selama delapan Jam oleh penyidik Bareskrim sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) dalam APBD-P 2014. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta Abraham Lunggan alias Lulung enggan berkomentar banyak soal pemeriksaannya. Setelah diperiksa Subdirektorat V Dirtipikor Badan Reserse Kriminal Polri selama sembilan jam, Lulung tampak kelelahan.

"Saya sudah diperiksa sebagai saksi. Tentunya hasilnya kami serahkan ke polisi," kata dia dengan wajah lelah dan tak bersemangat, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (304/2015).

Lulung diperiksa sebagai saksi atas kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS). Dia datang ke Bareskrim membawa sejumlah dokumen yang dihimpun dalam map biru.

Adapun dua tersangka yang telah ditetapkan yakni Alex Usman, pejabat pembuat komitmen pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat; dan Zaenal Soleman, pejabat pembuat komitmen proyek itu di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Tak banyak komentar, Lulung meringsek kerumunan wartawan yang sedang mewawancarainya. Ia mengabaikan pertanyaan jurnalis hingga memasuki mobil Fortuner berpelat nomor B 247 ULY. "Sudah ya, sudah," ujarnya.

Penggelembungan anggaran UPS itu terjadi dalam APBD DKI Jakarta 2014. Pejabat Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dan Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara memasukkan anggaran 49 paket UPS senilai Rp 300 miliar bagi sejumlah sekolah. Kerugian negara akibat korupsi pengadaan UPS ini mencapai Rp 50 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

haji lulung Korupsi UPS

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top