Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Terpidana Mati Minta Dimakamkan di Indonesia

Dua terpidana mati warga negara Spanyol dan Nigeria, meminta dimakamkan di Indonesia sedangkan tiga terpidana lainnya minta jenazahnya dipulangkan ke negara asalnya.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 April 2015  |  20:35 WIB
Terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso mengikuti lomba peragaan busana kebaya saat peringatan Hari Kartini di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (21/4). - Antara
Terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso mengikuti lomba peragaan busana kebaya saat peringatan Hari Kartini di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (21/4). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dua terpidana mati warga negara Spanyol dan Nigeria, meminta dimakamkan di Indonesia sedangkan tiga terpidana lainnya minta jenazahnya dipulangkan ke negara asalnya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus Spontana di Jakarta, Senin (27/4/2015), menyatakan, untuk terpidana mati asal SpanyolRaheem Agbaje Salami, minta dimakamkan di Madiun, Jawa Timur.

"Dia juga minta organ tubuhnya untuk didonorkan meski tidak bisa dipenuhi oleh Dinas Kesehatan Jatim," katanya.

Terpidana asal Nigeria, Martin Anderson, meminta dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat. Adapun  Mary Jane Fiesta Veloso dan duo Bali Nine, Andrew Chan serta Myuran Sukumaran, minta jenazahnya dipulangkan ke negaranya. Untuk tiga terpidana mati lainnya, Sylvester Obieke Nwolise (WN Nigeria),  Okwudili Oyatanze (WN Nigeria) dan Rodrigo Gularte (WN Brasil), belum terkonfirmasi permintaan pemakamannya. "Kalau besok tidak ada putusan dari keluarganya atau perwakilan negaranya, maka akan dimakamkan di Nusakambangan," katanya.

Adapun satu terpidana mati asal Palembang, Sumatera Selatan, Zainal Abidin, atas permintaannya untuk dimakamkan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pelaksanaan eksekusi itu belum dipastikan kapan tepatnya, meski sesuai aturan mereka akan menjalani eksekusi 72 jam setelah mereka mendapatkan pemberitahuan eksekusi itu. Jika mereka sudah menerima sejak Sabtu (25/4) maka eksekusi sesuai hitungan waktu harus dilaksanakan pada Selasa (28/4) atau Rabu (29/4) dinihari.

 Kesembilan terpidana mati itu saat ini sudah masuk dalam ruangan isolasi, sedangkan kesibukan di pulau tersebut sudah mulai terasa sejak pekan lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pidana mati terpidana mati kasus narkoba

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top