Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBB: Ratusan Anak Terbunuh dalam Konflik Yaman

UNICEF mengungkapkan konflik Yaman dalam sebulan terakhir telah merenggut nyawa ratusan anak dan ratusan lainnya terluka parah. Sejumlah besar lainnya direkrut untuk terlibat dalam perang.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 25 April 2015  |  11:59 WIB
Yaman/Ilustrasi/Reuters
Yaman/Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—UNICEF mengungkapkan konflik Yaman dalam sebulan terakhir telah merenggut nyawa ratusan anak dan ratusan lainnya terluka parah. Sejumlah besar lainnya direkrut untuk terlibat dalam perang.

UNICEF mengungkapkan sekurang-kurangnya 115 anak telah terbunuh dan 172 terluka parah sejak akhir Maret. Kebanyakan terbunuh oleh serangan udara, dan lainnya oleh ranjau, granat, dan tembakan senjata.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap air bersih menyebabkan sejumlah besar balita terserang diare. Sebagian besar anak-anak di sana kekuarangan nutrisi.

Perwakilan UNICEF Yaman Julien Harneis mengungkapkan hingga saat ini masih ada ratusan anak di Yaman yang masih tinggal di lingkungan yang paling berbahaya. Mereka kerap terbangun di malam hari dengan ketakutan akibat suara bom dan senjata.

“Banyaknya korban anak-anak ini menunjukkan dengan jelas betapa buruknya keberlanjutan konflik ini terhadap anak-anak di negara ini,” katanya, Jumat (24/4/2015).

Menurut PBB, total korban jiwa dalam konflik ini hingga saat ini diperkirakan mencapai 551 jiwa. Sekurang-kurangnya 140 anak-anak telah direkrut oleh kelompok bersenjata. Selain itu, 30 sekolah dan 20 rumah sakit telah diserang atau dikuasai.

Kolasi yang dipimpin Saudi terus memborbardir Yaman sepanjang pekan ini. Sementara itu, pertempuran terus terjadi antara milisi Houthi yang setia terhadap presiden Yaman sebelumnya, Ali Abdullah Saleh, dan kelompok bersenjata yang setia terhadap Presiden Abd-Rabbu Mansour-Hadi.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Yaman

Sumber : Reuters

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top