Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CHINA BENTENG: Restorasi Bukan Renovasi #4

Radius sekitar hingga 300 meter di sekitar museum kental suasana pecinan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 22 April 2015  |  10:40 WIB
Benteng Heritage. Kental dengan suasana pencinan.  - fb/bentengheritage
Benteng Heritage. Kental dengan suasana pencinan. - fb/bentengheritage

Bisnis.com, TANGERANG—Radius sekitar hingga 300 meter di sekitar museum kental suasana pecinan.

Bangunan, demografi penduduk, dan suasana khas kampung China. Bukan cuma klenteng Boen Tek Bio dan Vihara Padumuttara, ada juga Masjid Kalipasir bergaya Tionghoa yang tuanya tak kalah dengan bangunan museum.

Hendra, pria berkulit putih, tubuh sintal dan berkaca mata, menemani saya berbincang di ruang depan museum sebelum tiba giliran untuk tur ke dalam. Kami duduk di atas bangku kayu di depan loket yang menjual tiket senilai Rp20.000 per orang.

Mungkin saya adalah tamu kesekian ratus yang ditemuinya selama mengurus Museum Benteng sejak 2011. Hendra sangat mengusai topik pembicaraan soal museum dan sekilas tentang China Benteng. Dia mulai menjelaskan dari apa yang tampak di ruang utama ini.

Di sisi bagian kiri, jika dari arah saya masuk, ada naga barongsai berdiri tenang. Naga Nusantara namanya, kata Hendra. Sebutan nusantara menyiratkan begitu dalam percampuran budaya Indonesia dengan Tionghoa di Tangerang.

“Lihat saja naganya pakai batik. Naga ini bernuansa naga barong Bali, garuda wisnu kencana, ditambah sentuhan Tionghoa. Ini adalah Naga Nusantara pertama,” ucapnya.

Pada sisi berlawanan dari naga di antaranya terpajang beberapa lukisan suasana sekitar museum dan Pasar Lama tempo dulu, diadopsi dari foto ukuran dompet. Adapula piala dipajang berjejer baik dari dalam negeri maupun penghargaan level internasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china benteng peranakan tionghoa tangerang
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top