Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CHINA BENTENG: Restorasi Bukan Renovasi #3

Disebut China Benteng karena dulunya Tangerang jadi benteng pada jaman Belanda. Tidak ada info pasti benteng ini mencakup wilayah mana saja di Tangerang,terakhir ditemukan sisa benteng di daerah Batuceper.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 22 April 2015  |  10:30 WIB
Benteng Heritage. Merekalah China Benteng.  - fb/bentengheritage
Benteng Heritage. Merekalah China Benteng. - fb/bentengheritage

Bisnis.com, TANGERANG—Pada akhirnya kita hanya akan melestarikan apa yang kita cintai, mencintai apa yang kita mengerti, dan mengerti hanya apa yang diajarkan.

Kalimat itu tertera di halaman belakang brosur Museum Benteng Heritage, saya membacanya saat beranjak pergi dari kawasan Pasar Lama usai mengunjungi museum dan klenteng di dekatnya. Ya, museum ini hanya sepenggal bagian tentang upaya melestarikan rekam jejak peranakan Tionghoa di Tangerang.

Seusai mengunjungi museum tersebut, saya sadar warga Tionghoa tak bisa dipisahkan dari sejarah kota ini. Mereka hadir, menetap, hidup, tumbuh, dan meneruskan keturunannya di sini. Mereka ada sejak Tangerang dipenuhi benteng pada jaman kolonial Belanda. Merekalah China Benteng.

“Disebut China Benteng karena dulunya Tangerang jadi benteng pada jaman Belanda. Tidak ada info pasti benteng ini mencakup wilayah mana saja di Tangerang,terakhir ditemukan sisa benteng di daerah Batuceper,” ujar Satyadhi Hendra.

Saya banyak berbincang dengan pria keturunan Tionghoa berusia 38 tahun itu. Sejujurnya saya tak mendapatkan sebutan yang pas untuknya. Tapi anggaplah Hendra, demikian dia disapa, salah satu pengelola museum dan orang yang dipercaya Udaya Halim si pemilik museum.

Tapak pertama yang saya pijak saat menyusuri  jejak China Benteng ada di Jalan Cilame No. 18 – 20, Pasar Lama, Tangerang. Museum kelolaan Yayasan Benteng Heritage inilah yang berusaha mempatenkan China Benteng sebagai mutiaranya Tangerang, the pearl of Tangerang

“Dari proses restorasi sampai sekarang seperti bola salju, museum ini seperti dapat pengakuan bahwa di sini bisa jadi sumber cerita tentang masyarakat peranakan di Tangerang. Sumber cerita, bukan sumber sejarah,” ujar Hendra.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china benteng peranakan tionghoa tangerang
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top