Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BADRODIN HAITI, Kata Keluarganya Tak Punya Rekening Gendut, Pendiam dan Sederhana

Tidak banyak bicara, pendiam, dan sederhana. Itulah yang disampaikan keluarga Badrodin Haiti tentang sosok Pelaksana tugas (Plt) Kapolri yang kini ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo.
Editor
Editor - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  11:30 WIB
Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti - Antara
Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti - Antara

Kabar24.com, JAKARTA— Tidak banyak bicara, pendiam, dan sederhana. Itulah yang disampaikan keluarga Badrodin Haiti tentang sosok Pelaksana tugas (Plt) Kapolri yang kini ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo.

"Dari delapan bersaudara, hanya Din (panggilan keluarga untuk Badrodin) yang jarang bicara," kata kakak kandung Badrodin, Luqman Haiti di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Meski memiliki jabatan tinggi di institusi Polri, pria kelahiran Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, pada 24 Juli 1958 tersebut tidak pernah menyombongkan jabatannya saat pulang ke kampung halamannya itu.

"Kalau pulang ke rumah, ya tetap baik dengan keluarga dan tetangga seperti dulu, sebelum dia memiliki jabatan tinggi di Polri, jadi tidak ada yang berubah dari Din," tuturnya.

Badrodin merupakan anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan KH. Ahmad Haiti dan Siti Aminah, yakni Siti, Luqman, Muhaimin, Badrodin, Nahrowi, Jamrosi, Ida, dan Mudlika.

Dari delapan bersaudara itu, Badrodin, Jamrosi, dan Mudlika yang tinggal di Jakarta, sedangkan Siti dan Muhaimin tinggal di Blitar, dan saudara lainnya menetap di Jember.

Wakil Kepala Polri asal Jember itu dikenal keluarganya sebagai pria yang bersahaja dan sangat pendiam, sehingga jarang bercerita tentang masalah atau tugas yang diemban sebagai pejabat tinggi di institusi Polri.

"Jika ada masalah, adik sangat jarang bercerita kepada keluarga karena selama bisa melakukan hal itu sendiri, maka tidak akan meminta bantuan pada siapa pun, termasuk keluarga," ucap pensiunan PNS itu.

Tak Direstui

Almarhumah Siti Aminah, ternyata tidak merestui anaknya masuk pendidikan AKABRI untuk menjadi tentara atau polisi karena khawatir Badrodin tidak ada yang merawat saat meninggal pada waktu bertugas.

"Awalnya ibu tidak setuju, sedangkan bapak merestui Din untuk melanjutkan pendidikannya dan masuk AKABRI. Namun, lama-kelamaan ibu akhirnya merestui Badrodin menjadi polisi," paparnya.

Sedangkan bapaknya, Ahmad Haiti yang dikenal sebagai ulama di Desa Paleran itu tetap mendorong anak keempat dari delapan bersaudara itu melanjutkan pendidikannya di AKABRI, sehingga setelah lulus dari MTs Baitul Arqom Balung dan SMA Muhammadiyah, Badrodin mendaftar AKABRI.

Sebelum berangkat mendaftar AKABRI, Luqman sempat membelikan sepatu yang biasa dipakai oleh tentara dan polisi di Pasar Tanjung seharga Rp1.500 pada masa itu.

Badrodin yang dikenal gemar memancing dan makan bakso itu menjadi kebanggaan bagi keluarganya karena jabatan tinggi yang diraih di institusi Polri diyakini keluarga berdasarkan prestasi dan karir, bukan dengan sogokan sejumlah uang.

"Saya yakin adik saya tidak memiliki rekening gendut seperti yang diberitakan sejumlah media karena Din orangnya sederhana, low profile, dan apa adanya," ucap petani sengon itu.

Menurut Luqman, jenderal bintang tiga itu sejak awal dikenal sebagai pribadi yang tidak mudah tersinggung dan sangat cerdas selama menempuh pendidikan.

"Kalau digojloki oleh teman-temannya, hanya mesam-mesem (tersenyum- red) saja dan tidak pernah tersinggung oleh perkataan teman atau kerabat saat kumpul bersama," katanya.

Tak Dikawal

Dia masih ingat saat Badrodin pulang ke rumah di Paleran Umbulsari tidak mau dikawal anggotanya, meskipun saat itu menjadi Kapolda Sumatera Utara.

"Dia terjebak macet di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo karena tidak dikawal anggotanya. Namun, dia justru turun dari mobil dan membantu mengatur lalu lintas di jalan Leces itu, sehingga sampai di rumah dini hari," kenangnya.

Badrodin pulang ke Desa Paleran saat pemakaman bapaknya pada 10 Maret 2014 dan saat itu sudah menjabat sebagai Wakapolri mendampingi Jenderal Sutarman.

"Terakhir, Din pulang ke rumah saat pemakaman bapak dan setelah itu belum ke Jember, namun keluarga bisa memaklumi tugasnya yang cukup berat di Polri," katanya.

Pihak keluarga di Jember, lanjut dia, kaget dan senang saat Presiden Jokowi menunjuk adiknya sebagai Pelaksana tugas Kapolri, menggantikan Jenderal Sutarman.

"Kami melihat itu dari televisi dan tidak diberitahu secara langsung oleh Badrodin. Bahkan beberapa tetangga sempat memberikan ucapan selamat kepada kami di Desa Paleran karena mereka bangga warga desa bisa menjadi orang nomor satu di Polri," ucap Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Paleran Umbulsari itu.

Dijelaskan, keluarga tidak menyangka adiknya akan menduduki jabatan Plt Kapolri karena sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri, namun rasa bangga dan senang atas jabatan Badrodin diyakini karena prestasinya.

"Kami sekeluarga berharap yang terbaik untuk Din, kalau Allah SWT berkehendak menjadikan adik saya sebagai Kapolri atau tidak, ya memang itu yang terbaik bagi adik saya karena jabatan hanyalah titipan semata. Pihak keluarga tidak pernah berharap Din memiliki jabatan tinggi dan kalau itu terjadi, maka sudah kehendak Allah SWT," terangnya.

Keponakan Komjen Badrodin, AKP Miftahul Huda , mengatakan Plt Kapolri itu lahir dari kalangan keluarga yang sangat sederhana dan memegang teguh ajaran agama Islam, karena kedua orang tuanya merupakan tokoh agama di Desa Paleran.

"Saya selalu ingat, Komjen Badrodin memegang teguh prinsipnya yakni sabar dan ikhlas dalam pekerjaan karena didikan bapak dan ibunya sebagai guru ngaji di Paleran," tuturnya.

Di rumah sederhana dengan sebuah langgar (musala) dalam lingkup keluarga yang agamis dan fanatik itu, mantan Kapolda Jatim tersebut selalu menjadi inspirasi bagi keluarga, kerabat, dan tetangganya yang sukses memiliki jabatan tinggi di tubuh Polri melalui sejumlah prestasi. (Kabar24.com)

BACA JUGA:

Ternyata, Gubernur Ahok Doyan Nonton Malam Minggu Miko

701 Pejabat DKI Dilantik: Ahok, Kalau Tak Melayani Bakal Distafkan

Gubernur Ahok Harap PNS DKI Tiru Calo

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badrodin haiti

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top