Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tersengat Listrik dan Cabai Merah, Inflasi Kota Malang Melonjak

Kenaikan tarif listrik dan harga cabai merah antara lain menjadi pendongkrak inflasi di Kota Malang pada Oktober 2014 yang mencapai 0,40%.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 03 November 2014  |  16:55 WIB

Bisnis.com, MALANG—Kota Malang mencatat lonjakan inflasi pada Oktober 2014.

Kenaikan tarif listrik dan harga cabai merah antara lain menjadi pendongkrak inflasi di Kota Malang pada Oktober 2014 yang mencapai 0,40%.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang M. Sarjan mengatakan kenaikan maupun penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan maupun penurunan indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan 0,20%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,27%.

Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,64%; kelompok sandang 0,08%, kelompok kesehatan 0,27 %, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,02 %, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan –0,15%.

“Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2014 anatar lain cabai merah, tarif listrik, nasi dengan lauk, bahan bakar rumah tangga, pecel, pasir, rawon, es, beras dan siomay,” ujar Sarjan di Malang, Senin (3/11/2014).

Sedangkan 10 komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni daging ayam ras, gula pasir, angkutan udara, kelapa, pir, apel, telur ayam ras, kangkung, bensin, dan rempela hati ayam.

Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2014 sebesar 3,71% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2014 terhadap Oktober 2013) sebesar 4,49%.

Dengan inflasi 0,40 % maka terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,83 pada September 2014 menjadi 114,28 pada Oktober 2014.

Kelompok komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Oktober 2014, yakni kelompok bahan makanan 0,0366%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,2103%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,1613%; kelompok sandang 0,0042%; kelompok kesehatan 0,0125%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, 0,0019 %; dan kelompok transportasi, komunikasi,dan jasa keuangan -0,0293%.

Kelompok bahan makanan pada Oktober 2014 mengalami inflasi 0,20% atau terjadi kenaikan angka indeks dari 117,27 pada September 2014 menjadi 117,51 pada Oktober 2014.

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan 7 sub kelompok mengalami inflasi dan 4 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 8,13 % diikuti subkelompok ikan segar sebesar 2,22 %, subkelompok kacang-kacangan sebesar 1,15%, subkelompok ikan diawetkan sebesar 0,99 %, subkelompok padi-padian umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,62 % , subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,23%, dan subkelompok telur susu dan hasil-hasilnya sebesar 0,10%.

Sedangkan 6 subkelompok yang mengalami deflasi adalah subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 4,38%, subkelompok lemak dan minyak sebesar 1,55 %, subkelompok sayur-sayuran sebesar 0.38 %, dan sub kelompok buah-buahan 0,12%.

Kelompok ini pada Oktober 2014 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0366 %. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabai merah sebesar 0,0844 %, beras 0.0220 %, tahu mentah sebesar 0,0158 %, mujair memberikan andil sebesar 0,0157 %, bawang merah andil sebesar 0,0125 %, pisang sebesar 0,0113%, tauge sebesar 0,0072%, anggur sebesar 0,0064 %, udang basah sebesar 0,0053%, dan cabai rawit sebesar 0,0051%.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi a.l daging ayam ras sebesar 0,1158%, kelapa sebesar 0,0174%, pir sebesar 0,0107%, apel sebesar 0,0082%, telur ayam ras sebesar 0,0065%, kangkung sebesar 0,0063%, rempelo hati ayam sebesar 0.0050 %, dan selada sebesar 0.0048 %.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang inflasi malang
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top