Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Terus Tertibkan Perbankan Gelap

Pemerintah China meminta seluruh bank memublikasikan data mereka termasuk neraca aset dan kewajiban antarbank dalam satu upaya mengawasi munculnya industri keuangan gelap
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Januari 2014  |  11:10 WIB
 Pemerintah China tertibkan perbankan gelap
Pemerintah China tertibkan perbankan gelap

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah China menginstruksikan seluruh bank mempublikasikan datanya,  termasuk neraca aset dan kewajiban antarbank dalam satu upaya mengawasi munculnya industri keuangan gelap.

Bank dengan total aset 1,6 triliun yuan (US$264 miliar) atau lebih harus memublikasikan 12 indikator dalam masa empat bulan sebelum berakhir tahun pelaporan keuangan, menurut Komisi Regulasi Perbankan China (CBRC) sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (9/1/2014).

Persyaratan itu sejalan dengan aturan yang dikeluarkan oleh Komisi Basel terkait aturan perbankan internasional yang dikeluarkan pada Juli tahun lalu, menurut CBRC.

Dewan Negara China memberlakukan pengawasan baru terhadap industri perbankan gelap untuk menertibkan pinjaman tidak tercatat dalam pembukuan perbankan. Selain itu aturan itu bertujuan meningkatkan  transparansi, menurut tiga sumber yang mengetahui persoalan itu pekan ini.  

Pemerintah menilai pinjaman di luar sistem perbankan dinilai rawan. JPMorgan Chase & Co. memperkirakan nilai pinjaman itu mencapai 36 triliun yuan atau 69% dari produk domestik bruto 2012 dan berpotensi mengancam stabilitas sistem keuangan.

Aturan dari CBRC tersebut akan diterapkan sedikitnya pada 12 dari 19 bank China yang sahamnya diperdagangkan secara terbuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank china perbankan china

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top