Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ant Financial Dapat ‘Rejeki Nomplok’ dari Virus Corona

Perusahaan besutan Jack Ma, Ant Financial Services Group, mencatat lonjakan permintaan jasa teknologi digital dari bank-bank China untuk menjaga bisnis tetap berjalan setelah wabah virus corona menutup banyak kantor cabang di Negeri Panda tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  15:21 WIB
Daniel Zhang (kanan) dan Jack Ma - Reuters
Daniel Zhang (kanan) dan Jack Ma - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan besutan Jack Ma, Ant Financial Services Group, mencatat lonjakan permintaan jasa teknologi digital dari bank-bank China untuk menjaga bisnis tetap berjalan setelah wabah virus Corona menutup banyak kantor cabang di Negeri Panda tersebut.

Dilansir Bloomberg, Ant mencatat lonjakan permintaan jasa komputasi awan dan pembuatasn aplikasi seluler hingga 175 persen dalan dua bulan hingga April 2020. Saat ini jumlah perbankan yang bekerja sama telah lebih dari 200 bank. Sementara itu, permintaan untuk berkolaborasi dengan raksasa teknologi in imeningkat meroket 400 persen selama periode tersebut.

Ant menjadi distorsi di bisnis perbankan dan meningkatkan kekhawatiran bagi sebagian besar dari 4.500 pemberi pinjaman di negara ini . Tetapi sekitar dua tahun yang lalu, Ant juga memperluas strateginya untuk menjual layanan kepada bank.

Meskipun hingga saat ini respons bank-bank tidak terlalu menggembirakan, wabah virus memberikan momentum bagi perusahaan, setidaknya di antara pemberi pinjaman regional yang lebih kecil.

"Bank-bank besar mungkin ingin membangun cloud pribadi mereka sendiri, tetapi kami menargetkan bank kecil yang mungkin tidak memiliki anggaran untuk membangun seluruh infrastruktur daring mereka dari awal," ungkap Liu Xin, kepala unit kompuitasi awan Ant Group, seperti dikutip Bloomberg.

Dorongan bisnis perbankan terbuka sangat penting bagi perusahaan. Selain menjual teknologi ke bank, Ant Financial juga mengembangkan platform pinjaman konsumen dan juga mendukung MYbank, pemberi pinjaman online yang telah menyalurkan 2 triliun yuan (US$280 miliar) pinjaman tahun ini. Ant diperkirakan meraih 65 persen dari pendapatannya dari layanan ini pada 2021, naik dari sekitar 35 persen pada 2017.

Wabah virus corona sebagai kejutan bagi bank-bank kecil China yang tengah berjuang dengan meningkatnya kerugian dari pinjaman selama beberapa tahun terakhir. Pengawas perbankan China mencatat lebih dari 800 cabang bank telah ditutup secara permanen pada 4 Mei tahun ini.

Salah satu bank yang mencari layanan Ant Financial tahun ini adalah Shenzhen Rural Commercial Bank Co. Dengan bekerja sama, bank dapat memangkas waktu pemuatan aplikasi menjadi kurang dari setengah detik pada saat 15 juta pelanggan ritelnya membanjiri traffic akses aplikasi untuk mentransfer dana, memeriksa investasi, dan membeli produk investasi. Hampir seluruh transaksi tersebut dilakukan secara online selama puncak wabah, menurut bank.

"Meskipun kami selalu memprioritaskan pengembangan aplikasi mobile, permintaan yang meningkat dari pelanggan kami membuat kami menyadari bahwa infrastruktur yang ada tidak cukup," kata Zhan Bin, kepala Departemen Keuangan Jaringan Shenzhen Rural Commercial Bank.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing perbankan china Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top