Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jalan Tol Soroja, Konstruksi Kembali Molor

Konstruksi proyek pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) terancam kembali mundur dari target akhir tahun ini, karena realisasi pembebasan lahan masih rendah.
Herdi Ardia
Herdi Ardia - Bisnis.com 18 November 2013  |  21:52 WIB

Bisnis.com, BANDUNG - Konstruksi proyek pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) terancam kembali mundur dari target akhir tahun ini, karena realisasi pembebasan lahan masih rendah.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan sesuai dengan perjanjian awal pengerjaan fisik baru akan dilakukan apabila pembebasan lahan sudah mencapai 70%.  "Kemungkinan besar proyek fisik baru bisa dilakukan pada pertengah tahun depan," katanya kepada Bisnis, Senin (18/11).

Menurut dia, pembebasan lahan di Kecamatan, Soreang, Katapang dan Kutawaringan sangat alot karena banyak warga yang tidak memahami objek fisik yang akan dibangun.

Sekadar gambaran, pembangunan Tol Soroja diproyeksikan memakan lahan hingga 127 hektare. Sedangkan yang sudah terbebaskan baru 32 hektare, sisanya 95 hektare masih dalam proses pembebasan.

Penyediaan anggaran untuk pengadaan lahan sepenuhnya ditanggulangi Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk tahun ini, alokasi anggaran yang disediakan sekitar Rp50 miliar. Pemerintah pusat sudah menyanggupi penambahan anggaran untuk pengadaan lahan.

Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp1 triliun untuk pembebasan lahan dan kebutuhan lainnya.

Dadang menjelaskan pihaknya juga harus membebaskan lahan untuk pembangunan jalan by pass di daerah Pameuntasan, Kutawaringin. "Lebar jalan arteri cukup 25 meter. Sedangkan lebar jalan tol minimal 40 meter," ujarnya.

Pihaknya berharap pembebasan lahan tidak terganggu masalah teknis dan regulasi seperti lahan yang merupakan persawahan dan kebun.

"Kami juga masih menunggu peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional, dan sampai sekarang belum diukur. Untuk membuat dokumen peta bidang harus membayar dulu ke BPN, sedangkan mekanisme keuangan di pemerintah adalah bekerja dulu baru dibayar. Ini yang harus disinkronisasi," ujarnya.

Dadang menambahkan Tol Soroja merupakan proyek infrastruktur yang masuk daftar 27 proyek dalam buku pedoman proyek kerjasama pemerintah dan swasta yang telah lolos seleksi.

Berdasarkan catatan Bisnis, setidaknya ada tujuh proyek infrastruktur di Jawa Barat yang ditawarkan ke pihak swasta a.l perluasan Terminal Peti Kemas Gedebage senilai US$133 juta, Fasilitas Pengolahan air bersih Pondok Gede US$20, fasilitas Pengolahan Limbah di Bogor dan Depok senilai US$40 juta.

Selain itu, masuk juga pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang US$1,3 miliar, Monorel Bandung senilai US$2,86 miliar, jalan tol Cileunyi Sumedang-Dawuan US$1 miliar dan proyek jalan tol Soroja US$210 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek jalan tol tol jagorawi
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top