Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teror Penembakan: Wakapolri Larang Polisi Bekerja Sendirian

Bisnis.com, JAKARTA—Mabes Polri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan pengamanan dan operasi untuk mengantisipasi kembalinya aksi penembakan seperti yang terjadi pada Aipda (Anumerta) Sukardi.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 12 September 2013  |  18:04 WIB
Teror Penembakan: Wakapolri Larang Polisi Bekerja Sendirian

Bisnis.com, JAKARTA—Mabes Polri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan pengamanan dan operasi untuk mengantisipasi kembalinya aksi penembakan seperti yang terjadi pada Aipda (Anumerta) Sukardi.

Wakapolri Komjen Pol Oegroseno menegaskan seluruh polisi yang mengenakan seragam saat bertugas di lapangan diimbau lebih baik tidak bekerja sendirian.

"Upaya ini untuk mewaspadai adanya aksi susulan, sekaligus melaksanakan operasi guna mempersempit ruang gerak pelaku penembakan tersebut. Cepat atau lambat, pelaku penembakan pasti dapat ditangkap,"katanya di Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Terkait penembakan Sukardi, Oegro menyatakan Sukardi sebagai pahlawan.

Menurutnya, Sukardi memiliki naluri dan tanggung jawab tinggi sebagai polisi yang melindungi, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Sukardi sudah berusaha mencari teman untuk membantu melakukan pengawalan pengamanan sebelum terjadi penembakan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK],"katanya.

Mantan Kabaharkam Polri ini mengatakan, naluri polisi yang dimiliki Sukardi patut diberikan apresiasi karena bertugas sebagai polisi yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat itu, tanpa mengenal waktu.

Hal tersebut merupakan resiko yang dihadapi oleh anggota Polri karena keberadaannya memang dibutuhkan untuk melakukan pengamanan.

“Sukardi pantas dinilai sebagai Pahlawan. Ini contoh polisi yang baik. Seluruh jajaran pun tidak perlu takut pasca kejadian penembakan itu," katanya.

Oegroseno juga mengakui bahwa insiden penembakan yang menimpa beberapa anggota Polri tersebut membuat segenap istri dan anak-anak anggota Polri merasa khawatir.

"Ini merupakan bagian dari resiko anggota Polri. Sangat manusiawi jika keluarga kita mengkhawatirkan keselamatan suaminya,” tegasnya.

Namun, Oegro menambahkan keberadaan polisi sangat dibutuhkan masyarakat dan tidak boleh kalah dengan pelaku penembakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wakapolri teror penembakan polisi
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top