Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utang AS, Batas US$16,7 Triliun Habis Pertengahan Oktober

Bisnis.com, WASHINGTON—Menteri Keuangan Amerika Serikat Jacob J. Lew mendesak Kongres untuk segera menaikkan batasan utang, karena kapasitas maksimum sebesar US$16,7 triliun akan habis pada pertengahan Oktober. “Pada titik itu, AS akan mencapai
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 27 Agustus 2013  |  19:41 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON—Menteri Keuangan Amerika Serikat Jacob J. Lew mendesak Kongres untuk segera menaikkan batasan utang, karena kapasitas maksimum sebesar US$16,7 triliun akan habis pada pertengahan Oktober.

“Pada titik itu, AS akan mencapai batasan otoritas pinjaman, dan Departemen Keuangan hanya dapat mendanai pemerintah dengan uang yang tersisa saat ini,” ujar Lew dalam sebuah surat untuk Ketua DPR John Boehner, Selasa (27/8).

Departemen Keuangan sebelumnya mengatakan mereka mungkin dapat membiayai operasional pemerintah dengan kebijakan akunting khusus, paling tidak hingga Kongres kembali aktif bekerja pada 9 September.

Dalam pernyataan 22 Agustus, Lew mengumumkan kegagalan Kongres untuk menaikkan batasan utang dapat membawa efek bencana bagi AS dan dapat mengorbankan pembayaran Keamanan Sosial bagi para veteran.

“Kongres harus bertindak secepatnya untuk melindungi utang sehat AS dengan melebarkan otoritas pinjaman normal sebelum risiko kegagalam terjadi,” tegasnya.

Pada bulan lalu, Boehner menegaskan Republikan menolak untuk menaikkan batasan utang tanpa ada pemangkasan anggaran federal guna menurunkan defisit. Pada saat bersamaan, Lew bersikeras pemerintahan Presiden Barack Obama tidak mau menegosiasikan batasan utang.

Pusat Kebijakan Bipartisan—sebuah kelompok peneliti nonprofit—memperkirakan AS akan mencapai titik di mana pemerintah tidak mampu membayar tagihan sekitar pertengahan Oktober dan pertengahan November, kecuali jika Kongres menaikkan batasan.

Menurut Lew, melindungi kepercayaan dan utang AS adalah tanggung jawab Kongres karena hanya merekalah yang dapat melebarkan batasan utang negara. Kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab itu, lanjutnya, dapat menciderai ekonomi AS.

Dia menyatakan pihaknya dapat memperkirakan kapan tepatnya Departemen Keuangan akan kehabisan uang pendanaan jika Kongres masih enggan menaikkan batasan utang.

 

Efek Brinksmanship

Sander Levin, anggota Demokrat Michigan menjelaskan dengan sisa 9 hari legislatif pada September, kaum Republikan harus kembali ke Kongres untuk menghindari kesalahan sama yang pernah menghambat pemulihan ekonomi AS selama 2 tahun lalu.

Pada Agustus 2011, Kongres sepakat menaikkan batasan utang setelah menundanya selama berbulan-bulan. Mereka akhirnya membuat kesepakatan tepat ketika pemerintah benar-benar kehabisan uang untuk membiayai utang. Praktik tersebut dikenal dengan istilah brinksmanship.

Tiga hari setelahnya, Standard & Poor’s menurunkan peringkat utang AS menjadi AA+. Peringkat itu kembali direvisi menjadi ‘stabil’ dari ‘negatif’ pada Juni tahun ini. Meski peringkat utang diturunkan, AS tidak kehilangan daya tarik di mata investor.

Imbal di sekuritas Treasuri justru turun ke rekor terendah, dan bukannya naik setelah peringkat utang diturunkan. Imbal obligasi berjangka 10 tahun merosot 0,74 poin menjadi 1,67% dalam 7 pekan setelah penurunan peringkat 2 tahun lalu.

Menurut Bloomberg Bond Trader, imbal obligasi berjangka 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 2,79% pada Selasa siang (27/8) di New York. (Bloomberg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as utang as
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top