Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jerman Kian Banyak Orang Jompo, Kapasitas Panti Perlu Ditambah

(side.org)BISNIS.COM, KRONBERG - Jerman diproyeksikan membutuhkan kapasitas untuk menambahkan 3,2 juta pasien panti jompo dan fasilitas rawat inap pada 2030.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 03 Juli 2013  |  04:05 WIB

(side.org)

BISNIS.COM, KRONBERG - Jerman diproyeksikan membutuhkan kapasitas untuk menambahkan 3,2 juta pasien panti jompo dan fasilitas rawat inap pada 2030.

Proyeksi tersebut merupakan bagian dari hasil studi kolaboratif antara Accenture, Rheinisch-Westfälisches Institut für Wirtschaftsforschung (RWI), dan the Institute for Health Care Business (HCB).

Dalam laporan berjudul 2013 Nursing and Medical Home Report, disebutkanpopulasi yang bertumbuh menua dengan cepat di Jerman juga mendorong permintaan terhadap 371.000 tempat tidur pasien, 157.000 perawat, dan 331.000 tenaga kesehatan tambahan dalam periode waktu yang sama.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Jerman akan perlu berinvestasi antara 54 miliar - 73 miliar euro untuk mengelola pasien baru dengan fasilitas rawat inap pada 2030.

Jumlah perawat Jerman telah bertambah menjadi dua kali lipat dalam dekade terakhir, tahun lalu terdapat 277.000 perawat teregistrasi, yang didukung oleh lebih dari 952.000 tenaga kesehatan akibat kekurangan tenaga terampil.

"Bekerja di sektor keperawatan perlu didorong agar menjadi lebih menarik untuk memenuhi kekurangan perawat terlatih," kata Sebastian Krolop MD, direktur bisnis kesehatan Accenture di Jerman dan co-penulis penelitian.

"Namun, ini berarti bahwa kompensasi harus ditingkatkan dan sistem kesehatan perlu meningkatkan produktivitas operasional sehingga perawat dapat lebih fokus pada perawatan pasien," katanya dalam situs resmi Accenture, Selasa (2/7/2013).

Penelitian ini juga menunjukkan dokter di Jerman menghadapi pasar yang cepat berubah. Sejak 2011, misalnya, jumlah fasilitas rawat inap di sektor publik mengalami penurunan hingga 28% sementara itu jumlah fasilitas swasta tetap sama.

Dalam periode waktu yang sama, fasilitas rawat jalan di sektor swasta telah meningkatkan jumlah kasus ditangani oleh 89% sementara itu operator publik hanya meningkat 11%.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak pasien yang dipindahkan dari rumah sakit ke fasilitas rawat inap.

Pada tahun 2011, 60% dari semua klien baru ditransfer langsung dari rumah sakit, sedangkan pada 2003 pasien yang ditransfer langsung dari rumah sakit hanya seperlima (21%).

Studi 2013 Nursing and Medical Home Report  telah dipublikasikan untuk keempat kalinya pada 2013. Accenture, HCB dan RWI telah menganalisis 486 laporan keuangan tahunan dari 1.809 pasien rawat inap dan medis rumah untuk 2010 dan 2011. Ini setara dengan sekitar 15 persen dari total pasar.

Laporan ini lebih lanjut berdasarkan angka resmi untuk 12.400 panti jompo dan 12.300 penyedia rawat jalan dari Kantor Statistik Nasional. Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk meningkatkan transparansi di pasar keperawatan Jerman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman jompo accenture
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top