Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS LAPAS CEBONGAN:DPR dinilai abaikan pembantaian warga di Yogyakarta

BISNIS.COM, JAKARTA-- Wakil Sekjen Balitbang DPP Partai Golkar Ali Muchtar Ngabalin menilai DPR tidak memiliki sense of crisis terkait kasus pembantaian di Lapas Cebongan, DIY Yogyakarta yang menewaskan empat warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT)
News Writer
News Writer - Bisnis.com 30 Maret 2013  |  16:53 WIB
KASUS LAPAS CEBONGAN:DPR dinilai abaikan pembantaian warga di Yogyakarta
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA-- Wakil Sekjen Balitbang DPP Partai Golkar Ali Muchtar Ngabalin menilai DPR tidak memiliki sense of crisis terkait kasus pembantaian di Lapas Cebongan, DIY Yogyakarta yang menewaskan empat warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT)

"Mereka [DPR] harusnya  memanggil Panglima TNI untuk mengklarifikasi soal isu yang beredar di masyarakat dan media massa, soal adanya keterlibatan Kopasus pada kasus pembantaian di Lapas," ujarnya, Sabtu (30/3/2013).

Menurutnya, berkembangnya isu keterlibatan Kopassus dalam kasus pembantaian empat warga NTT di Lapas Cebongan mestinya mendapat perhatian khusus dari DPR agar tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan di masyarakat sipil.

Selain itu Anggota Pemenangan Pemilu DPP Golkar Zona Sulawesi itu juga mendesak DPR untuk segera membentuk panitia khusus terkait serangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman Sabtu (23/3) dini hari lalu.

"Pansus diperlukan terutama untuk menggali informasi dari petinggi Polri dan TNI. Pasalnya, adanya isu saling tuding dalam kasus itu berimplikasi negatif bagi kedua institusi keamanan tersebut," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopassus lapas cebongan ngabalin lapascebongan

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top