Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BNN Ikut Membantah Transkrip SMS Terkait Yuni Shara

BISNIS.COM, JAKARTA--Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah penangkapan Raffi Ahmad, tersangka kasus narkoba, terkait dengan adanya pesan pendek yang diduga dilakukan oleh Yuni Shara dan Kapolres Malang AKBP Teddy Minahasa.Menurut Direktur Penindakan
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 07 Maret 2013  |  11:32 WIB
BNN Ikut Membantah Transkrip SMS Terkait Yuni Shara
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah penangkapan Raffi Ahmad, tersangka kasus narkoba, terkait dengan adanya pesan pendek yang diduga dilakukan oleh Yuni Shara dan Kapolres Malang AKBP Teddy Minahasa.

Menurut Direktur Penindakan BNN Benny J Mamoto, penangkapan Raffi Ahmad adalah hasil dari pengembangan penyelidikan pihaknya sendiri dari banyaknya informasi yang didapatkan dari berbagai sumber.

"Tidak ada itu kaitannya dengan SMS. Ini adalah hasil pengembangan kami dengan berbagai sumber yang kami dapatkan di lapangan," tegas Benny di Jakarta, Kamis (7/3).

Benny menambahkan, selebaran transkrip pesan pendek yang beredar itu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena tidak diketahui asal-usulnya.

Dia juga kembali menegaskan, pihaknya tidak akan terganggu dengan adanya isu SMS tersebut. "Kami tetap fokus dalam penanganan kasus Raffi Ahmad. Isu SMS ini tidak akan mengganggu kami," tegasnya.

Benny menambahkan, kasus Raffi terus dikembangkan oleh BNN. Untuk itu, ia membantah bila penanganan kasus tersebut terkesan lambat. "Kasus yang lain waktunya juga sama seperti ini," pungkasnya. (fsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

raffi ahmad bnn yuni shara sms
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top